Tampilkan postingan dengan label Kerinci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerinci. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2009

ANDAIKAN DIDUNIA TIDAK MENGANUT SISTEM EKONOMI KAPITALIS

(SDA tidak terkuras dan kedamaian dalam hidup akan bertahan lama)
(By Syamsul Bahri, SE Conservationis di Jambi, Dosen pada STIE SAK Kerinci)

Ekonomi kapitalis sebuah perjalanan sejarah yang cukup panjang di dunia ini, yang dimulai dari fase Pertama yang merupakan periode kolonialisasi, merupakan perkembangan kapitalisme di benua eropah, yang melakukan ekspansi untuk mendapatkan barang-barang mentah, yang merupakan bentuk penjajahan secara ekonomi dan fisik, serta sosial kemasyarakatan di daerah jajahan dan berakhir setelah negara jajahan memperjuangkan kemerdekaannya, atau diberikan kemerdekaannya. Fase kedua yang merupakan fase neokolonilsme, ketika penjajahan tidak lagi bersifat fisik secara langsung melainkan melalui penjajahan idiologi, fase kedua ini dikenal dengan era developmentalisme, dimana negara bekas penjajah masih mendominasi bekas negara jajahan, yaitu melalui kontrol terhadap ekonomi dan proses perubahan sosial negara bekas jajahan fisik, yang dirancang untuk perubahan sosial ekonomi negara-negara dunia ketiga, namun juga gagal untuk mewujudkan kesejahteranan, yang melibatkan negara-negara besar, secara awal intervensi negara besar untuk memberikan perlinduingan pada negara dunia ke 3, justru menimbulkan gejoal civil. pada fase ini justru eksploitasi sumber daya alam, dengan meninggalkan kearifan lokal dan memarjinalkan masyarakat, fase ini kebijakan ekonomi dunia dipengaruhi oleh agen-agen neokolonialsme berbentuk WTO, IMF, Bank Dunia yang merupakan aktor dan agen globalisasi, denga memberikan resep dan rekomendasi dikenal dengan Program Penyesuaian Struktural (Structural Adjusment Programme-SAP) kepada negara-negara dunia ketiga yang berintikan menciptakan ketergantungan duina ketiga berkaitan dengan utang dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan melalui Program Penyesuaian Struktural (Structural Adjusment Programme-SAP) justru mempuruk dunia ketiga, akibatnya terjadi krosi ekonomi dunia tahun 1997, bahkan melibatkan agen rahasia untuk membuat sebuah scenerio intervensi militer yang secara hakiki merupakan intervensi ekonomi, sehingga beberapa pemimpin yang tidak kooperatif akan ditumbangkan dengan berbagi cara dan staretgi, agar mau dan bisa bekerja sama.

Akaibat dari dua fase tersebut diatas, terkurasnya Sumber Daya Alam, karena di negara ke 3, keterbelakangan pendidikan, dan lemahnya sistim ekonomi yang mengakibatkan banyak utang, serta rusaknya ekologi, serta terjadinya krisis civil, kondisi ini juga berlaku bagi negara dunia ke yang memiliki kekayaan minyak dan gas bumi, sehingga jarak antara si miskin dan si kaya semekin lebar, bahkan startegi untuk mengusai SDA yang berada di Negera Dunia ketiga, tidak hanya melalui jaraingan ekonomi, bahkan sampai melalui jaringan pemutaran balik fakta melalui intelejen untuk mencipatakan tekanan baik ekonomi maupun politik, bahkan sampai pada peperangan, sehingga motif HAM Internasional dan Teroris Global hanya sebuah grand design untuk memainkan peran diplomatik dan mempengaruhi publik untuk kepentingan ekonomi.

Fase selanjutnya adalah pasar bebas
Apa yang dirasakan oleh dunia ke III dan dunia saat ini, krisis ekonomi, kelangkaan pangan dan kemiskinan serta gejolak Politik Civil dan Meliter merupakan sebuah hasil dari sistim ekonomi kapitalis dengan pola yang kuat menguasai yang lemah, yang kaya menguasai yang miskin, yang pintar menguasai yang tidak pintar, sehingga memunculkan dampak global yaitu perubahan pemanasan global (Global Climate Change) yang membawa pengaruh signifikan terjadap hidup dan kehidupan dunia, kemiskinan semakin melebar, baik miskin secara ekonomi, maupun miskin secara sosial.

Sebagaimana judul diatas, “Andaikan didunia tidak menganut sistem ekonomi kapitalis”, maka jarak antara yang kaya dengan miskin tidak akan terjadi, mungkin jarak yang kaya dengan yang belum kaya, Sumber daya alam tidak dilihat hanya sebagi faktor ekonomi, pendidikan akan berjalan sesuai dengan proses dan kemampuan negara, gejolak sosial dan peperangan bermotof ekonomi tidak terjadi

Ambruknya Wall Street dan krisis finansial yang mengguncang ekonomi dunia akibat krisis subprime mortgage di AS mengingatkan semua pendukung free market economy untuk berpikir ulang. Bahwa ekonomi pasar bebas yang tidak disertai transparansi, kejujuran, akuntabilitas, dan tanggung jawab akan berujung pada kebangkrutan.

Tapi, bukan berati menyimpulkan bahwa kehancuran krisis ini adalah sinyal untuk kembali ke ekonomi terpusat, ekonomi komando, atau ekonomi dengan peran sangat dominan negara. Sejarah berbagai negara maju menunjukkan ekonomi pasar bebas mampu mengantarkan rakyatnya lebih cepat meraih kemakmuran dan kesejahteraan dibanding negara-negara yang terlalu mengandalkan peran negara dalam perekonomian.

Ambruknya perusahaan finansial di AS dihuni segerombolan orang yang hanya berusaha meraih keuntungan, meluas sampai pada dunia ke 3 dalam krisis finansial serius lebih disebabkan oleh kerakusan para pemodal pebisnis dan profesional di pasar finansial. apa pun caranya, termasuk rekayasa keuangan, demi menggapai gaji dan bonus besar. Kerakusan itu bertumbuh subur karena kevakuman hukum dan minimnya pengawasan

Teori ekonomi capitalis yang hampir hancur tersebut, hendaknya mengarah kepada perubahan yang berintikan, planet yang harus diselamatkan, kemiskinan yang harus dientaskan, keuntungan yang proforsional, yang lebih dikenal dengan 'Tiga P' yakni profit, people, dan planet. Operasional menerapkan dengan konsisten good corporate governance, yakni fairness, transparancy, accountability, dan responsibility. Untuk lingkungan masyarakat dan alam, perusahaan wajib menjalankan corporate social responsibility. bahkan lebih jauh untuk pemlihan pemipin baik negara, perusahaan, maupun daerah, eksekutif maupun legeslatif lebih difokuskan kepada pemimpin yang memenuhi kriteria Emotional & Spiritual Intelligence, yang menggabungkan 3 inti penting dalam menjalankan hidup dan kehidupan, sehingga perusahaan/negara/masyarakat/daerah harus dijalankan oleh orang-orang yang memiliki spiritualitas, emosional dan intelligence, tidak hanya kemampuan secara akademis, agamais, namun memiliki kemampuan EQ,SQ, IQ yang tercermin dalam tindakan jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli.

Minggu, 13 Juli 2008

Kerinci Dimasa depan...???

Ini adalah hasil diskusi para memebr kerinci group di friendster dengan topik yang dibuat oleh saudara oscar yaitu : KERINCI MASA DEPAN

Well we start now....

saudara oscar
Di masa-masa Repormasi di gaung kan oleh rekan-rekan mahasiswa waktu itu, kami berharap banyak peminpin yang benar-benar punya hati nurani tuk membangun negeri ini agar setara dengan daerah-daerah lain,dikit demi sedikit itu terwujut melalui pemerintahan bapak H,Fauzi si'in yang telah bersusah menata negeri ini,secara berlahan tapi pasti. untuk masa yang akan datang, sy salah satu pelaku reformasi di kerinci waktu itu berharap banyak kepada,bapak-bapak yang akan melanjutkan perjuangan Bapak Fauzi Si'in agar dapat benar-benar dengan hati nurani untuk membangun negeri ini.jangan sampai selogan yang kita dengung kan selama ini ya itu "]SEKEPAL TANAH SURGA Menjadi SEKEPAL TANAH NERAKA" Buat saudara ku terus lah berjuang untuk negeri yang kita cintai ini, " BERSAMA KITA BISA"

Saudara Th3_J3ckta5
Apa bener tu bro...??kerinci periode kepemimpinan bapak Fauzi Si'in maju, menurut ane sech biasa aja kok...!!!Ada buktinya gak...???klo ada tampilin donk... Rolling Eyes Thumbs Down Bored Nach, klo menurut ane mah banyak banget kekuranganya...!!!for example, baca disini . Itu terjadi di pemerintahan yang beliau pimpin, dan baca ini juga ya..♥

Saudara Hamdie
Sebelumnya cek and ricek dulu kalau mau mengemukakan pendapat dan penilaian terhadap kepemimpinan seseorang. apakah orang itu layak dipuji atau di hujat. jadi jangan bangga dengan kepemimpinan Fauzi Siin dulu. walaupun hukum dunia bisa dielakan tapi hukum akhirat yang akan menjerat. Kalau sudah hukum akhirat keabadian untuk merasakan kepedihan neraka. saya setuju dengan kata-kata sekepal tanah neraka untuk yang pertama mengenalkan slogan tersebut.

Saudara ʞɹoʍʇǝu
Bersama kita bisa apa nih bro ?? bersama kita bisa berbuat anarkis atau bersama kita bisa berbuat untuk membangun Kerinci yang kita cintai, atau Bersama - sama yang lain ? Very Happy

mohon di perjelas lagi yah, biar tidak ada salah tanggapan yang berujung pada penyesatan melalui kata - kata mu...

nicholas
masa kepemipinan FS memang banyak perubahan, merubah mobilnya yang kijang menjadi land cruiser, merubah sawahnya menjadi sawit dan merubah rumah gubuk menjadi hotel mewah dan seterusnya BERUBAH, BERUBAH .... kayak SATRIA BAJA HITAM


Ini adalah respon2x yang diberikan oleh para kerinci friendster groups, mudah2xan dalam beberapa waktu dekat banyak ngasih respon....!!!

Chayo Pemuda n Pemudi Kerinci

Jumat, 11 Juli 2008

Secarik Frase Buat Kerinci

Rabu, 02 Juli 2008

“MM” MOHON MAAF DAN UCAPKAN TERIMA KASIH KARENA PANGGILAN MASYARAKAT MEMBANGUN KERINCI TERBENTUR PERAHU

Melalui Surat tertulisnya yang dikirim via email Drs. H. Mairizal Meirad,. MM salah seorang Balon Bupati Kerinci yang disebut oleh para wartawan dan masyarakat dengan dengan initial “MM” memohon maaf dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberi dukungan serta merupakan simpatisannya dalam masa sosialisasi beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut MM memberikan penjelasan tentang histories, kondisi dan perkembangan yang dialaminya selama mengikuti proses sosialisasi dalam rangka persiapannya dalam mengikuti PILKADA Kerinci.

Menurut MM, munculnya Spanduk, Baliho dan Kalender MM dalam wilayah Kerinci adalah semata dalam rangka memenuhi aspirasi yang berkembang dalam masyarakat baik dusunnya Pondok Tinggi serta beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama dari beberapa Desa dalam wilayah Kabupaten Kerinci, agar MM bisa ikut dalam PILKADA Kabupaten Kerinci yang akan datang.

Kehadiran MM di bumi Sakti Alam Kerinci beberapa waktu terakhir, berkunjung ke beberapa desa di Kayu Aro, Lempur, Lolo, Sleman dsbnya dan kepasar semata untuk menunjukkan kesungguhanmya untuk berpartisipasi dalam membangun Kabupaten Kerinci dan jauh dari motif-motif lain, karena beliau saya menyadari untuk menjadi seorang Pimpinan Daerah tidaklah mudah .
MM mernjelaskan kepada mass media ada 3 hal yang menyebabkan pada awalnya saya tidak berminat untuk ikut Pilkada :

1. Saya masih memiliki beberapa kegiatan di Jakarta yang saya senangi dan tidak perlu menguras tenaga dan pikiran sambil ber-ibadah,

2. Untuk jadi Pimpinan Daerah mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki kita diamati masyarakat, umpat, puji, caci maki harus siap dihadapi, Selain itu harus siap begitu dilantik separo badan kita ada dalam penjara, karena pada era reformasi ini berjalan lurus saja bisa dibengkokkan orang apalagi kalau betul2 bengkok

3. Untuk ikut Pilkada harus memiliki banyak uang /dana , sedangkan prinsip saya tidak mau membeli jabatan karena membeli jabatan berarti kita akan mencari sesuatu yaitu uang.
Jika saya harus mengeluarkan dana yang besar untuk ikut Pilkada ada 2
kejadian yang tidak saya ingini bisa menimpa saya:

a. Jika saya menang/terpilih, maka saya akan berusaha mencari uang lagi sehingga saya melakukan KKN yang akhirnya dosa,dibenci masyarakat dan akhirnya masuk penjara,

b. Jika saya kalah/tidak terpilih, uang sudah habis saya menjadi susah dan tidak bisa menikmati hidup saya seperti sediakala.


Namun, setelah melihat kondisi dilapangan dan keramah tamahan dan pandangan mata masyarakat memperlihatkan antusias mereka akan pembaharuan yang akan membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat, apa-apa yg MM takutkan berubah menjadi semangat untuk maju, justeru karena itu dengan niat Pulang , Ibadah, Mengabdi dan Membangun (PIMM) sebagai motto/slogan saya mencoba bersosialisasi sambil mencari perahu Partai Politik yang akan mengusungnya

Kenyataan yang dihadapi MM mencari Parpol pengusung tidaklah mudah kondisi Kerinci amat berbeda dgn daerah-daerah lain, bisa diketahui sebabnya tapi sulit untuk dikatakan. MM hanya mendaftar pada satu Parpol saja yaitu PKPB, dia tidak mau bermain togel, daftar sana sini dan atau jadi pemborong Parpol, karena menurut MM jika dia memang dibutuhkan tentu akan mendapat kesempatan, berikesempatan kepada teman atau adek-adek yang lainnya mendapatkan perahu karena menurut MM makin banyak calon makin banyak pilihan bagi masyarakat untuk memilih ”yang terbaik” diantara yang baik, bukan sebaliknya ”yang terbaik diantara yang buruk”.

Kelihatannya MM tidak mendapat perahu karenas PKPB yang semula diharapkan mengusungnya gagal diperoleh. Rapat Pengurus Pleno yang diperluas PKPB Senin 2 Juni 2008 PKPB telah menetapkan calon yang akan diusung yaitu Sdr. Herman Muhchtar. Menurut MM , dia sudah berusaha menjajagi kemungkinan perahu lain tapi sudah diisi oleh Calon lain yang sebetulnya juga memiliki perahu yang konkrit.

Pada hari-hari terakhir MM mendapat tawaran dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk memanfaatkan PPP sebagai perahu dangan mencari Partai baru untuk berkoalisi karena PKB tidak bisa berjalan bersama PPP, maka MM memperoleh dukungan dari Partai Bintang Reformasi (PBR).
Melalui beberapa kali pertemuan dengan pihak PPP dan PBR telah disepakati bahwa MM akan menggunakan perahu dengan koalisi baru ini yaitu Koalisi PPP dengan PBR yang diberi nama oleh MM Koalisi Persatuan Reformasi.
Pada menit-menit terakhir walaupun sudah berusaha datang ke Jambi atas undangan PBR dan siap memenuhi segala persyataran administratif kedua Partai, MM gagal juga untuk memperoleh perahu ini. Perubahan terjadi seketika jelas MM yang saya tidak bisa mengerti ada apa dibalik itu padahal dari sisi apa saja, persyaratan dari sisi dana mungkin saya jauh lebih siap dari pasangan yang dipilih.
Saya hanya menyiapkan perahu Koalisi PPP dengan PBR itu hanya untuk orang lain.

Saya sudah gagal untuk berlayar karena tidak dapat perahu, Tuhan berkehendak lain setelah berusaha, mengamati dan menganalisa hal-hal yang terjadi dan yang akan terjadi di Kerinci baik sebelum Pilkada maupun pada saat dan sesudah Pilkada, mungkin ada hikmah lain untuk diri saya untuk tidak ikut dalam Pilkda Kerinci yang saya tidak tahu dari Allah swt.

Tolong garis bawahi bahwa : Saya bukan mundur dari keinginan saya untuk ikut dalam Pilkada tapi perahu yang akan saya tompangi untuk menuju lapangan Pilkada tidak saya peroleh yang sampai sekarang belum dapat saya mengerti.
Bagaimana saya bisa berlayar/ maju tanpa ada perahu yang siap membawa saya
Saya tidak kalah karena saya tidak ikut dalam pertandingan atau peperangan .

Lebih lanjut MM menyampaikan, atas dasar itu semua kepada semua masyarakat yang telah memperlihatkan dukungannya baik secara langsung maupun tidak langsung, beliau mengucapkan banyak terima kasih dan mohon maaf dan agar bisa mengerti kondisi yang ada., semoga PILKADA Kerinci ini bisa berjalan damai, rukun dan jauh dari keributan sehingga tidak merugikan masyarakat . Kepada kandidat lainnya yang sudah mendapat perahu dapat memenuhi aspirasi dan keinginan masyarakat untuk maju membangun Kerinci.
Saya pribadi akan kembali ke Jakarta dan akan mendukung pembangunan Kerinci dari luar daerah dengan versi saya sendiri lanjut MM.

Selasa, 10 Juni 2008

Dugaan Korupsi Pemimpin Bumi Yang berjuluk Serambi Madinah

Seperti yang di terbitkan oleh Rakyat Merdeka_Edisi 7 Jun 08,hal 20, untuk menciptakan good and clean goverment "hebat juga ya orang lemot kyak ane bahasa inggris", sebaiknya KPK menyegerakan tindak lanjut terhadap dugaan penyelewengan dana yang dilakukan oleh Sang Raja kerinci, jangan mentang2x yang ditindak lanjuti adalah "Rajadiar_aja", KPK ila taji "kata orang podok tinggi, Kerinci - Jambi"

Right, Sang bocah nakal menghimbau pada KPK "JANGAN JADI BANCI, JADILAH SANG LELAKI YANG DIIDAMKAN OLEH PARA BIDADARI", Yang bayar ente itu bukan pemerintah, tapi masyarakat. Gak kebayang apa pak gaek yang bekerja jadi kuli angkut,bermandikan keringat, sementara ada orang tertentu yang kerjanya duduk dan sok jadi pemikir menikmati jerih keringat yang di keluarkan oleh pak gaek...!!!Apakah ente bisa ngebayangin...???klo ane sech kebayang banget pedihnya kehidupan mereka...!!!Sakit tau klo dicurangin...!!!

Bye...bye...
Mudah2xn Kerinci menemukan jati diri sebagai good and clean goverment..!!!amiiiiin...

Baca ini juga ya...!!!:)
RakyatMerdeka_Edisi7Jun_08-hal-20_2.pdf

Selasa, 27 Mei 2008

INCUMBENT MUNDUR AJA...!!!

BALON/CALON INCUMBENT
HARUS MUNDUR DARI JABATAN PEMERINTAHAN
By Syamsul Bahri, Conservationis di Jambi dan Staf Pengajar STIE SAK –syamsul_12yahoo.co.id,Gambar By bocahsakti

Pada PILKADA di beberapa Kabupaten dan Kota Propinsi Jambi, munculnya balon/calon Incumbent memberi warna yang signifikan terhadap pelaksanaan PILKADA di Propinsi Jambi, seperti di Kota Madya dan Merangin dan Kerinci munculnya calon incumbent merupakan realita politik yang syah dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku,

Menurut “Ibrahim Zuhdhy Fahmy Badoh Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch” Memang disadari bahwa tak adanya aturan main yang jelas mengenai dana kampanye, dan dana sosialisasi memberikan keuntungan politik yang besar kepada para kandidat mantan penguasa (incumbent). Bagi balon/calon Incumbent, suksesi Pilkada dapat dimaknai sebagai keberlanjutan kolaborasi bisnis-politik yang sudah terbangun sebelumnya, dan memberikan sinyaelmen dukungan dari kolega yang telah terbangun

selama menjabat tidak menutup kemungkinan menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Popularitas dan pengaruh di birokrasi juga salah satu keuntungan politik bagi calon/Balon Incumbent. Selain dapat menggunakan publikasi media atas perannya di pemerintahan juga dapat 'menggunakan' dukungan di birokrasi dalam pemenangan seperti dukungan dari kepala-kepala desa atau lurah beserta jajarannya.

PILKADA seharusnya merupakan hawa segera dan harapan baru bagi rakyat daerah. Harapan ini akan semakin jauh panggang dari api jika pemimpin daerah yang terpilih ternyata tetap berasal dari politisi lama yang identik dengan masalah-masalah daerah. Aturan main yang jelas tentang dana kampanye diharapkan dapat membatasi pengaruh yang berlebihan dari politisi lama terutama dalam mengumpulkan pundi uang dalam pemenangan Pilkada dan mendorong adanya persaingan yang sehat antarkandidat dalam Pilkada.

Menurut rakhmatsaleh di/pada Maret 25, 2008 (Rakhmatsaleh’s Weblog). Karena incumbent menjadi salah satu mesin politik yang strategis, sesuai dengan ketentuan bahwa Incumbent harus mundur dari jabatan di Pemerintahan setalah mendaftar di KPUD, namun aktivitas sosialisasi di beberapa daerah yang akan melaksanakan pilkada, justru yang dominan memulai melakukan kampanye dini dengan berbagai macam atribut adalah incumbent itu sendiri. Atribut tersebut secara massif disebar diberbagai tempat untuk menjaga popularitas si incumbent. Ini strategi yang kurang tepat. Sebab seorang incumbent seharusnya memaksimalkan masa akhir periode dengan kebijakan yang populis yang secara nyata meningkatkan positioning di mata rakyat. yang percaya diri adalah incumbent yang percaya bahwa kualitas kinerja pemerintahannya adalah alat kampanye yang strategis dan efektif meraih simpati.

Bukan incumbent yang tak percaya diri yang sejak 1 tahun sebelum lengser sudah menghabiskan uang rakyat hanya untuk membuat baliho dan alat peraga kampanye lainnya. Strategi penyebaran baliho justru menghadirkan antipati bukan simpati, sebab dianggap incumbent melakukan pelanggaran, curi start kampanye, dll.
Mundurnya incumbent sesuai dengan UU No. 12 Tahun 2008, Perubahan Kedua atas Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, pasal 58 (q) yang berbunyi “mengundurkan diri sejak pendaftaran bagi kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah yang masih menduduki jabatannya”

Secara etika dan moral dalam rangka menjaga netralitas PILKADA, sebaiknya incumbent, harus mundur apabila niat dan keinginan yang sungguh-sungguh ingin mencalonkan diri, sehinga segala sesuatu yang berbau pemerintah terlepas dari calon sang incimbent, dan akan memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pilkada antara lian.
1. Akan tercipta ruang kemandirian dan netralitas birokrasi bisa lebih terjamin, Birokrasi bisa bertindak netral dan rasional sepertinya mudah terwujud ketika incumbent secara elegan mundur. Terjebaknya birokrasi dalam proses dukung mendukung yang terjadi dalam pilkada tak lepas dari kuatnya mental patriarkhi di kalangan birokrasi.
2. Pelaksanaan Pilkada akan fair, sehingga competiosi akan berjalan tanpa ada kecurugaan Gejala unfairness dalam pilkada biasanya mempercepat munculnya konflik. Khususnya di level birokrasi yang mengalami pengkotakan.
3. Terjaminnya netralitas penyelenggaran pilkada. Biasanya, relasi yang cukup dekat antara birokrasi dengan penyelenggara pilkada sering memposisikan penyelenggara pilkada tidak netral. Khususnya penyelenggara di level bawah seperti PPK dan PPS.
4. Untuk menjamin akuntabilitas pemerintahan yang sedang berlangsung. Tak dapat dipungkiri, memberikan sinyalemen kondisi keuangan negara begitu mudah dimanipulasi oleh incumbent yang sedang terlibat dalam pilkada.

Harapan kita semua, PILKADA Tahun 2008, diharapkan tanpa incumbent, karena Balon/Calon Incumbent telah mundur pada saat sudah serius ingin menjadi calon dalam PILKADA 2008.

Jumat, 23 Mei 2008

Penerima BLT Terbanyak di Kerinci

Jambi ekspress, Thursday, 15 May 2008
Tahun Ini Belum Terdata

JAMBI – Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di provinsi Jambi sebanyak 198.203Rumah Tangga Miskin (RTM). Dari jumlah tersebut, yang terbanyak di Kabupaten Kerinci mencapai, 27.406 RTM. Sedangkan kota Jambi, hanya 21.206 RTM.

Untuk tahun 2008 ini sendiri, pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi belum melakukan pendataan. Mengingat, mereka belum mendapat instruksi dari pusat. Meski kabar bakal dialokasikan kembali Bantuan Langsung Tunai (BLT) santer terdengar. Bahkan mereka menyakini pendataan kembali tak mungkin dilakukan dalam waktu singkat.

Hingga saat ini (kemarin-red) belum ada instruksi untuk melakukan pendataan ulang Rumah Tangga Miskin (RTM) untuk program BLT,"ujar Aidil Adha, Kabag TU BPS.

Ditemui di kantornya kemarin, Aidil didampingi Kabid Statistik Berdy Karjaya mengatakan pihaknya akan siap jika diminta untuk melakukan pendataan ulang. Kabar dari media, menyebutkan bahwa Presiden SBY mengatakan BLT tersebut bakal diterima oleh masyarakat sebelum kenaikan BBM. Jika kenaikan BBM dilaksanakan tanggal 1 Juni, maka sebelum hari H tersebut pihak BPS harus sudah menyiapkan data RTM terbaru sesuai kriteria yang bakal ditetapkan pemerintah. Menanggapi hal ini, baik Aidil maupun Berdy mengaku bakal kesulitan jika pendataan hanya diberi waktu 15 hari(terhitung hari ini. 15 Mei-red). "Wah, kalau waktu pendataan cuma 15 hari, pihak BPS pasti kesulitan. Ini Seprovinsi loh,"ungkapnya.

Disebutkannya saat pendataan penerima BLT 2006 lalu, pihak BPS diberi waktu 35 hari kerja. "Itupun kita menerjunkan lebih dari 2.000 petugas pendataan bantuan,"terang Aidil. Disebutkannya saat ini BPS memiliki 254 pegawai di seluruh Provinsi Jambi. "Itu sudah termasuk kepala kantor dan saya, makanya saat itu kita menerjunkan petugas bantuan untuk melakukan pendataan,"timpalnya. Namun demikian, keduanya menegaskan akan siap kapan saja jika ada instruksi untuk melakukan pendataan ulang terhadap RTM yang bakal menerima BLT ini. "Ya, Kami siap kapan saja diperintahkan,"tegasnya.

Ini data penerima BLT 2006, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah pada saat itu,"terang Berdy. Sedangkan untuk BLT tahun ini, dia mengatakan belum bisa memprediksi jumlahnya. "Kami belum bisa memprediksi sekarang. Selain belum ada instruksi, kriteria penerima BLT tahun ini juga belum diketahui,'terangnya. Ditanya apakah ada kemungkinan menggunakan data yang lama, Aidil mengatakan kemungkinan tersebut sangat kecil. Karena kriteria penerima BLT untuk tahun ini kemungkinan tidak sama dengan yang lama. "Selain itu, data yang lalu belum tentu sesuai dengan saat ini, karena selalu bersifat dinamis,'terangnya.

Lebih lanjut Aidil mengatakan sesuai Inpres No 17 tahun 2005 tentang BLT, ada 17 instansi yang bekerjasama dalam program BLT ini. "BPS sendiri di urutan 16, jadi sebayak 16 pihak bekerjasama utuk program BLT ini,'terangnya. Pada inpres ini BPS berfungsi untuk mengkoordinasikan kegiatan penyiapan data, termasuk menyiapkan dan mendistribusikan kartu tanda pengenal rumah tangga miskin untuk program pemberian bantuan langsung tunai kepada rumah tangga miskin; dan memberikan akses data rumah tangga miskin kepada instansi pemerintah lain yang melakukan kegiatan kesejahteraan sosial.

Dia mengatakan sesuai dengan Intruksi diatas, BPS menyiapkan data untuk pemerintah, yang akan digunakan untuk kegiatan kesejahteraan sosial. Termasuk program BLT ini. "Untuk itu kami siap berkoordinasi dengan pemerintah mempersiapkan program BLT ini, jika benar ada,'tandasnya. (imm)

Air Bertuah

Kincai,emang sebuah negri indah yang berjulukan SAKTI alias Sejuk, Aman,Kenangan, Tertib dan Indah...!!!Hmmmm....kangen nech ma kampungQ...

Yo wes lah...udah habis basa-basinya...:)) kita langsung aja...ane juga bingung mo nulis apa untuk postingan blog ane...;))

walupun gitu tapi ane tetap mencoba ngeblog dech...!!!hiks...hiks...hiks...;))

kayaknya kembali ke atas dech, ane mo ngebaha
s tentang ane yang lagi kangen ma kampung...!!:)

Gak salah emang julukan SAKTI buat kampung ane tercinta...selain sejuk, aman, kenangan, tertib dan indah itu, kerinci juga memiliki banyak misteri yang masih belum terkupas oleh dunia bahkan orang kerinci seperti ane sekalipun...!!!"lucu juga ya, orang asli gak ngerti negeri sendiri";))


Back to laptop...


Banyak orang kerinci yang bilang "sakalai taminun ayei kincai, pasti uhan toh ijeak isea n
inggan kenangan yang pernah dilakukan di kincai" yang artinya (sekali keminum air kerinci, pasti orang tersebut susah melupakan kenangan yang pernah dilakukan di kerinci.
Kata-kata itu kadang membuat saya gak percaya dan menganggap itu cuma rumor doank :)), tapi setelah ane cek and ricek phrase diatas bisa juga di percaya lo, soalnya banyak teman ane yang ngebuktiin klo kerinci yang berjulukan SAKTI bukan sekedar sejuk, aman kenangan tertib dan indah saja,tapi kerinci emang sakti mandraguna yang membuat pengunjung akan selalu terkenang dengan keelokan,kesempurnaan dan kenyamanan daerah yang berjulukan serambi madinah ini...!!!

Sekarang hal itu terjadi sama diri ane sendiri...!!!jujur, ane selalu pengen pulang ke kampung halaman.pengen nikmatin hawa embun pagi kerinci yang bikin ane merinding, pengen mandangin emas hijau (sawah) yang terbentang bebas "klo banjir, habis dech tuch emas hijaunya", pengen makan masakan bunda yang super lezat, pengen becanda ma temen, adek, n banyak lagi dech yang ane pengenin...!!!
walaupun udah lama di negri orang tapi kenangan-kenangan yang waktu ane di kerinci masih melekat dan tergambar jelas dalam pikiran ane...!!!hehehehehe..."calon bini ane orang kerinci sech...!!!tapi sekarang dia gak di kerinci lho..."

Salah satu sumber air kerinci

Apa lagi ya...???Hmmmm.....pokoknya kerinci top margotop dah...!!!

Eh ya ampe lupa, bujon dan gadih kincainya juga keren dan cantik banget lo. contohnya khan ada ne sendiri...!!!hidup kaum narsizzzzzzz....!!! Klo mo bukt
i, langsung aja ke kerinci, biar bisa liet langsung gimana tuch sempurnanya tanah kerinci...!!!gak bakal nyesel dech...!!!

Untuk mengunjungi kerinci, tinggal instal tuh google earth di kompi ente yang terhubung ke internet simple khan...!!!letaknya di
1 ° 41' LS sampai 2 ° 26' LS dan 101° 08 BT' sampai 101° 50' BT....!!!

Sekian dulu dech tentang kerinci yang ane paparkan d
i blog ini...walaupun lumayan ngawur, tapi lumayanlah...!!!:))

Danau kerinci "diambil pukul 17.30an"
wait the next topic...!!!

Selasa, 29 April 2008

MAKNA SEBUAH BALIHO DI PILKADA KERINCI

By Syamsul Bahri (syamsul_12@yahoo.co.id)

Jauh hari bahkan setahun sebelum dimulainya proses Pemilihan Kepala daerah (PILKADA) di Kabupaten Kerinci, spanduk-spanduk dan baliho-baliho yang bertujuan sebagai media untuk mengenalkan/promosi sekaligus kampanye seorang figur sudah mulai dipasang disetiap persimpangan jalan, setiap pojok bangunan, dipohon dan tiang-tiang listrik.
Jumlah spanduk dan baliho-baliho makin bertambah banyak dan beraneka ragam bentuknya dengan semakin mendekatnya bulan-bulan dan hari-hari pelaksanaan PILKADA.
Sampai dengan akhir bulan April ini menurut pengamatan kami dari sekian banyak Baliho yang paling banyak ragam dan modelnya adalah Bapak. Hasani Hamid yang saat ini masih menjabat Wakil Bupati, baik dalam pakaian dinas, pakai jas dan pakai topi dengan berbagai latar belakang yang tersebar diseluruh pelosok Kerinci (terkesan mendominiasi), komentar masyarakat maklumlah beliau masih berkuasa.
Sementara itu baliho Anggota DPD kita asal Rawang Nuzran Djoher terpampang besar dengan mengumbar senyum, Baliho Pak Sekretaris Wilayah Daerah (Sekda) Zubir Mukhtar juga banyak tersebar di wilayah Semurup sampai dengan Kayu Aro dengan bentuk yang sama dan penuh kesederhanaan. Munculnya Baliho Mairizal Meirad dan Herman Mukhtar membuat tambah ramainya Kota dan pelosok-pelosok Kerinci dengan Baliho, Herman Mukhtar tampil dengan sekalian mempromosi perusahaan-perusahaannya (semacam bilboard reklame), muncul juga Herman Mukhtar dengan bayangan Bapak H. Mukhtaruddin dibelakangnya.
Mairizal Meirad lain lagi tampil dengan kacamata dan kumisnya yang tebal juga merasuk ke daerah sekitar kayu Aro, Siulak, Sleman, sampai daerah Temai, dan Muara Imat.
Sebahagian besar Balon-balon ini banyak memasang Baliho didaerah Kayu Aro dan Siulak, hal ini bisa dimaklumi karena wilayah itu merupakan kantong massa pilih terbesar yang harus di jaring, hampir 35% lebih massa pilih Kabupaten Kerinci berada di kedua wilayah itu..

Arti sebuah Baliho, selain untuk sosialisasi memperkenalkan/sosialisasi figur sekaligus juga untuk menyampaikan pesan singkat tentang motto si Balon.
Hasani Hamid memberi motto “Mai Basamo membangun Kinci” yang oleh masyarakat terkesan terlambat karena selama 10 tahun ini Hasani Hamid bikin apa dan ada dimana ? kenapa sekarang mengajak masyarakat Mai Basamo membangun Kinci. Motto itu malah tepat untuk Balon-balon baru yang datang dari luar Kerinci.
Zubir Mukhtar membuat Motto “Bersama Kita Mudah”, susah ditangkap oleh masyarakat awam, mungkin dimaksudkan Gotong Royong atau Mudah menghadapi masalah yang ada ? (apo iyo), apakah kebersamaan selama ini belum terwujud ?, kalau belum terwujud, lalu ZM dimana. Sementara itu ada Balon Bapak Prof DR Firwan Tan yang menjual Ekonomi Kerakyatan sebagai dasar ekonomi Kerinci dan hal yang sama juga ditulis oleh Murasman dan Nasrul Madin. Sedangkan Herman Mukhtar menyampaikan mottonya adalah Pembaharuan untuk membangun Kerinci.
Balon Mairizal Meirad yang baru muncul 4 bulan belakangan terkesan kalem, santun dan sejuk dengan Motto yang sederhana tapi bisa cepat dan mudah dimengerti serta menusuk perasaan yang membaca ”Sarilea Samudek Membangun Kincai” pesan ini terlihat jelas ada unsur kebersamaan, unsur persatuan dan kesatuan, mengajak rakyat Kerinci secara utuh (hilir, tengah dan mudik) untuk bersama-sama membangun Kerinci. Himbauan untuk tidak mengotak-kotak wilayah Kerinci, Sarilea Samudek berarti juga Seiring Sejalan sebagai lagu-lagu yang sering dilantunkan di bumi Sakti Alam Kerinci.
Beberapa komentar masyarakat, tentang motto Mairizal Meirad, pantas Mairizal orang bisnis dan ahli marketing cepat menangkap dan menancap ide yang diingini masyarakat.

LARANGAN PNS BERPOLITIK

(harus dimaknai secara benar dan betul)
By. Syamsul Bahri, SE Pengamat, Conservationis di jambi dan Diosen STIE-SAK, syamsul_12@yahoo,co.id


Tahun 2008 merupakan tahun Pesta Demokrasi PILKADA di Propinsi Jambi, yaitu PILKADA Kota Jambi, Kerinci, Merangin, berbagai startegi dan trik untuk memnafaatkan PNS yang diperalatat dan ditekan dengan berbagai dalih, baik diperlatat oleh Balon, maupun ditekan oleh Pihak Penguasa untuk kepentingan calon yang didukung oleh Penguasa, dalam hal ini adalah PNS Non TNI dan Polri, dimana TNI dan POLRI netralitas mereka jelas tidak memiliki hak mimilih dan dipilih

Selaku PNS dan warga masyarakat, PNS (Non TNI dan POLRI) memiliki dua dimensi yaitu Dimensi pertama, seorang PNS berfungsi sebagai seorang pimpinan keluarga sehingga harus mampu berperan membina dan mengarahkan rumahtangganya untuk hidup layak dan sejahtera baik lahir maupun bathin. PNS sebagai seorang suami dan ayah berperan memenuhi kebutuhan hidup mereka dan membahagiakannya. Dalam fungsi social, setidaknya dapat berperan sebagai anggota masyarakat yang baik di lingkungannya. Untuk dapat menjalankan fungsi dan peran ini PNS harus memiliki kesadaran (awareness) yang tinggi agar dapat menjaga diri dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin keluarga dan anggota masyarakat. Dimensi kedua, seorang PNS berfungsi sebagai abdi negara yang memiliki tiga peran : sebagai alat/aparatur negara, sebagai pelayan publik dan sebagai alat pemerintah. Untuk menyadarkan diri akan fungsi dan peran sebagai PNS sebaiknya seorang PNS memahami betul aturan-aturan tentang PNS dan pilkada. Beberapa ketentuan yang terkait dengan eksistensi PNS dalam pilkada diantaranya : (1) Pasal 3 UU Nomor 43 tahun 1999 tentang Parubahan atas Undang-undang Nomor 8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepagawaian, dan (2) Pasal 66 PP 6/2005 dengan jelas pasangan calon dilarang melibatkan PNS. Dengan demikian, setiap PNS perlu mempertimbangkan secara cermat sebelum masuk ke salah satu partai politik. Hal itu mengingat resiko yang ditimbulkan adalah sangat berat yaitu diberhentikan sebagai PNS sesuai dengan surat penegasan Kepala BKN Nomor F.III.26-17/V.151-2/42 tanggal 15 Desember 2003

PNS (non TNI dan POLRI), memili hak politik untuk memilih, sehingga pemaknaan larangan berpolitik harus dimaknai dengan baik dan benar, sehingga penfasiran akan larangan berpolitik itu tidak membuat PNS (non TNI dan Polri) merasa dikebirikan dan diskriminatif, sehingga untuk memaknai dan memahami tentang larangan berpolitik bagi seorang PNS, adanya baiknya kita coba pahami menurut ketentuan yang ada. Ada beberapa sumber yang menyatakan hal-hal berkaitan dengan Politik PNS, antara lain (1)Peraturan Pemerintah No 37 Tahun 2004 tentang Larangan Pegawai Negeri Sipil menjadi Anggota Partai Politik, disini jelas bahwa PNS dilarang menjadi anggota Partai Politik, apalagi menjadi Pengurus partrai Politik. (2) ayat (1) Pasal 3 UU Nomor 43 tahun 1999 tentang Parubahan atas Undang-undang Nomor 8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepagawaian, dan (2) Pasal 66 PP 6/2005 dengan jelas pasangan calon dilarang melibatkan PNS. Dengan demikian, setiap PNS perlu mempertimbangkan secara cermat sebelum masuk ke salah satu partai politik. (3) Surat penegasan Kepala BKN Nomor F.III.26-17/V.151-2/42 tanggal 15 Desember 2003. (4) Surat Edaran Menpan No: SE/08.A/M.PAN/5/2005 tentang netralitas Pegawai Negeri Sipil butir (1) Bagi PNS yang menjadi calon Kepala atau Wakil Kepala Daerah:(a) Wajib membuat surat pernyataan mengundurkan diri dari jabatan negeri pada jabatan structural atau fungsional yang disampaikan kepada atasan langsung untuk dapat diproses seusai dengan peraturan perundang-undangan.(b) Dilarang menggunakan anggaran Pemerintah dan / atau Pemerintah Daerah.(c) Dilarang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya. (d) Dilarang melibatkan PNS lainnya untuk memberi dukungan dalam kampanye. Dan butir (2) Bagi PNS yang bukan calon Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah (a)Dilarang Terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala atau Wakil Kepala Daerah.(b)Dilarang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya dalam kegiatan kampanye. (c) Dilarang membuat keputusan dan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye.

Jadi secara jelas, menurut ketentuan tersebut, bukan melarang PNS berpolitik, tetapi melarang dengan segala konsekwensi bahwa PNS tidak dibenarkan menjadi anggota apalagi menjadi Pengurus Partai Politik (politik Praktis), sedangkan netralitas disini juga harus jelas, karena PNS masih memiliki hak pilih, tentunya untuk menentukan hak pilih dalam mewujudkan Pemimpin Pilihan rakyat, seorang PNS akan memberikan dan mempoengaruhi nilai suara yang akan diberikan, tentunya PNS diberi hak untuk mengetahui figur balon yang memenuhi sebagai Pemimpin Pilihan Rakyat

Namun kalau sekiranya seorang PNS yang menjadi calon Kepala atau Wakil Kepala Daerah, mereka harus mundur semenjak mereka sudah intens dengan Partai Politik dalam rangka lobi, karena sudah masuk PNS wilayah politik Praktis, kenyataan ini banyak terjadi pada saat ini, dan ini perlu diberi sanksi, sehingga jangan terjadi “maling teriak maling “
:
Kejadian sudah banyak terjadi PNS korban penguasa “Bayangkan ketika seorang PNS berbicara tentang pilkada, tak diperkenankan, diintimidasi, kesannya kegiatan politik sangat-sangat dilarang bagi PNS,” Padahal yang perlu diluruskan, pelarangan bagi PNS hanya dimaksudkan bagi kegiatan politik praktis. “Jangan salah kaprah, ketahuan berbicara masalah pilkada malah dimutasi, berbicara masalah pilkada kemudian disanksi.

Secara legal formal, PNS tidak dibenarkan untuk mejandi anggota dan Pengurus Partai Politik, dan ikut kampanye balon/colon, ini akan membuat keberfihakan PNS selaku Abdi Negara dan Abdi Masyarakat, jadi pelarangan PNS berpolitik, karena larangan berpolitik tersebut sudah membuat sebuah diskriminatif dan pelanggaran hak politik(**).

Kamis, 17 April 2008

KONSERVASI OH KONSERVASI

Komitmen Conservationis yang melemah
By Syamsul Bahri, Conservationis di Jambi syamsul_12@yahoo.co.id


Kawasan hutan yang berfungsi konservasi baik hutan lindung, Cagar Alam, Suaka Marga Satwa dan Taman Nasional mengalami tekanan yang sangat kuat dari eksploitasi SDA baik legal maupun illegal, terutama perubahan terhadap bentang alamnya dan nilai kayu yang ada untuk kepentingan ekonomi yang capitalsme, baik dengan motivasi PAD, Kesejahteraan masyarakat, devisa maupun pemanfaatan masyarakat oleh Pemodal dalam merusak kawasan tersebut.

Hampir semua pejabat, eksekutif, legeslatif, pengusaha, memahami bahwa dalam kawasan konservasi nilai ekonomi tidak langsung lebih besar dari nilai ekonomi langsung untuk kesejahteraan masyarakat jangka panjang, apalagi dikaitkan dengan pemanasan global, dimana kawasan konservasi menjadi factor penting, namun kepentingan ekonomi sesaat dengan motivasi PAD, Devisa, mengabaikan nilai-nilai ekonomi tidak langsung yang cukup besar dalam jangka panjang, “oh konservasi oh konservasi”

Tekanan yang sedemikian besar tersebut menjadi persoalan dalam pengelolaan kawaasan konservasi oleh conservationis di Indonesia baik yang ada di Lembaga Pemerintah maupun non Pemerintah, disamping sebuah kebijakan yang dikeluarkan juga belum berfihak pada konservasi, konservasi bukan untuk conservationis, melainkan untuk keberlangsungan hidup yang namanya planet bumi dan isinya, namun di jajaran conservationis, secara bertahap komitmen Konservasi juga semakin menurun yang kian hari kian menghilang, karena disadari bahwa conservationis juga manusia.

Fakta untuk mendukung pernyataan tersebut diatas, bahwa conservationis dengan komitmen konservasinya semakin menurun, dan conservationis memahami bahwa lapangan kerja mereka tidak mungkin di kota, melainkan di hutan dan di hutan (atau dibukota Kabupaten yang berada di pinggir hutan), kenyataan banyak conserationis lebih cenderung ingin hidup di kota (bukti melemahnya komitmen konservasi), hal ini lebih disebabkan oleh kenyamanan dalam melaksanakan tugas di daerah terpencil yang nota bene jauh dari Keluarga dan kebutuhan non financial dengan keluarga tidak bisa diabaikan, sehingga komitmen konservasi dijadikan sebuah komitmen yang no urut ke sekian, ini suatu kewajaran sebagai manusia, dan ini menjadi problem dalam pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia, sehingga tekanan dan kegiatan illegal dalam kawasan konservasi sangat sulit untuk diminimalkan, apalagi untuk dihentikan.

Kenyamanan dalam melaksanakan tugas, apalagi tugas konservasi yang lebih dekat dengan tugas yang diembankan belum memberikan kontribusi langsung secara ekonomi kepada masyarakat, dan cenderung menantang arus dalam otonomi daerah menjadikan seorang conservationis dalam sebuah dilemma yang besar, membutuhkan pengorbanan, tentunya untuk mengoptimalkan komitmen konservasi dalam melestarikan kawasan konservasi pola rekretmen dan mutasi baik mutasi horizontal maupun vertical menjadi kata kunci dalam memenimalkan kerusakan kawasan konservasi, secara prinsip conservationis membutuhkan kenyamanan dalam melaksanakan tugas baik secara financial, maupun secara fsikologi, sosialogi, tentunya kedekatan dengan keluarga menjadi bahan pertimbangan utama disamping factor financial, sehingga pola rekrutmen dan mutasi akan lebih baik mempertimbangan factor keluarga dan kedekatan secara social dan cultural dengan masyarakat yang berada disekitar kawasan konservasi, tentunya penilaian komitmen konservasi yang menjadi fajktor utama dalam rekrutment dan mutasi tersebut, dengan tidak mengabaikan factor kesejahteraan, karena conservationis juga manusia.

"MM" LAYAK MEMIMPIN KERINCI TAHUN 2009-2014

(menurut Tokoh-tokoh Kerinci)

Dpt H. Drs. Ec. Mairizal Mairad, MM (lebih dikenal dengan “MM”) menurut hasil survey LSM Tembo Kerinci Desember 2007 tentang penilaian Indikator/criteria pemimpin Kerinci versi hasil survey LSM Tembo secara Independent terhadap 200 tokoh di Kerinci dan luar Kerinci, muncul beberapa tokoh yang memiliki nominasi dengan prosentase tertinggi 5 lima besar pemimpin yang diinginmasyarakat pada Pilkada tahun 2008 adalah MAIRIZAL MEIRAD 76,2 % dengan prosentase terbesar (sumber radar Kerinci tanggal edisi Hari Raya Idul Adha tahun 2007), dimana MM merupakan nominator urutan No. 1 dengan Prosentase 76,2 %,
Hal ini memang suatu fakta yang diperkuat dengan hasil wawancara dengan tokoh-tokoh antara lain dengan (1) H. A. Murady Darmansyah wakil Bendahara Umum DPP Parta Hanura dan pengusaha sukses asal Kabupaten Kerinci di Jakarta), tanggal 25 Desember 2007 yang menyatakan bahwa ”MM” Kalau diadakan Fit and proferty test menurut kami, beliau punya kriteria yang lebih, baik diukur dengan ketokohan, wawasan Nasional dan Internasional, hubungan dengan masyarakat yang sangat bagus. (2) Pernyataan Pak Muradi didukung oleh Bapak H. Anwardi (Ketua Ikatan Keluarga Besar Minang Kerinci-Jakarta), hasil wawancara tanggal Pebruari 2008 (via internet) yang menyatakan bahwa ”MM” kalau diadakan Fit and proferty test, menurut saya beliau punya kriteria yang lebih baik dibanding dengan balon lain, sebagai profesional yang di latar belakang pengethuan, ilmu perkawanan (markting) di BUMN sangat berhasil, secara pribadi beliau cukup punya capablitas untuk menjadi Bupati Kerinci tahun 2009, sekiranya beliau betul mau Pulang, Ibadah, Mengabdi dan Membangun dan akan masuk dalam PILKADA di Kerinci tentu sesuatu hal jadi pilihan yang terbaik. (3) seterusnya hasil wawancara dengan Bapak Syaukani Ketua BPMJ, tanggal 23 Desember 2007, Pak Maerizal Merad yang diminta dan diusung oleh Partai melalui aspirasi masyarakat yang dibawa ke partai merupakan sebuah proses politik yang jauh dari money Politik dan ini merupakan hal yang sangat baru, selanjutnya ditegaskan oleh beliau yach seperti kita dapat informasi bahwa untuk memakai kendaraan politik sebagai perahu sang balon harus membayar mahal dan ini menjadi persoalan, namun Pak Maerizal aspirasi masyarakat dan diterima oleh partai merupakan sebuah kelangkaan, selanjutnya beliau menegaskan bahwa untuk mendapatkan kenderaan politik dengan biaya mahal ini merupakan pendidikan politik yang berdampak terhadap pelaksanaan Pembangunan yang akan cenderung banyak biasnya. (4) Bapak Chalid Karim Leo (24 desember 2007), sesepuh HKK Jabobatabek asal Sungai Penuh, dengan pesan singkat (SMS) beliau mengementari PILKADA Kerinci. Beliau berharap agar yang terpilih adalah figur yang memiliki tekad untuk memajukan dan mesejahterakan Kerinci, bermoral akhlakul karimah. (5) Kementar tokoh Siulak yang tidak mau disebut namanya, mengatakan bahwa saya belum mengenal dekat dengan MM, namun saya telah membaca buku Apresiasi emas 60 Tahun Indonesia Merdeka, Profil Tokoh, Pengusaha, eksekutif, Profesional, Pendidik & dan wanita Pengusaha Indonesia, terbitan Pusat Profil dan Biografi Indonesia tahun agustus 2005, hal 145, beliau terpilih menjadi salah satu tokoh nasional, sebagai masyarakat Kerinci, tentunya kita bangga salah satu putra terbaik Kerinci terpilih sebagai salah satu tokoh nasional yang memiliki wawasan Internasional, tentunya kalau beliau memimpin Kerinci, Kerinci akan lebih baik dan kita yakin, Kerinci dan masyarakat Kerinci akan lebih sejahtera, hal senada disampaikan juga oleh salah satu tokoh Kecamatan Merangin dan Semurup (tidak mau disebut nama-mantan pejabat). (6) Kementar tokoh Muda Kerinci yang berdomisli di Jambi Syamsul Bahri, SE, yang rajin mengamati Politik Pilkada Kerinci, untuk pemimpin Kerinci, jangan pilih calon yang ambius, haus jabatan, dan mau membeli jabatan, bahkan tidak merasa bersalah bermain di wilayah money Politik, tapi pilihlah calon yang memiliki motivasi untuk barbakti dan mengabdi yang menjadi tuntutan dan kebutuhan masyarakat, hal ini sesuai dengan motivasi “MM” yang diusung oleh perahu masyarakat melalui mekanisme Partai untuk menjadi Bupati Kerinci, karena disamping memiliki pengalaman Internasional, MM juga menolak yang namanya Money Politik (sumber buku tamu Jambi ekspres). (7) Dukungan untuk MM, bukan hanya berasal dari masyarakat Kerinci yang ada di Indonesia, bahkan masyarakat Kerinci yang berada di Negara Jiran Malaysia, yaitu Purwanto dengan pernyataan, kami warga Kerinci di Malaysia mendukung Dpt Mairizal Meirad menjadi Bupati Kerinci (sumber buku tamu Jambi ekspres).

Dari pernyataan dan komentar tersebut, (walaupun pernyataan tersebut belum bisa dikatakan reprensentatif masyarakat Kerinci), namun komentar tersebut berasal dari tokoh-tokoh yang memiliki hati nurani dan kepedulian yang tinggi untuk membangun Kerinci melalui tangan-tangan yang betul-betul memiliki motivasi untuk membangun, bukan untuk kekuasaan dan membeli jabatan, dan tangan-tangan itu adalah “MM” yang paling layak baik dari aspek Pengetahuan, Motivasi, pengalaman dan nilai besar yang dimiliki oleh “MM” disamping nilai – nilai lainnya adalah “MM” diusung oleh perahu masyarakat dan bukan keinginan dan ambisi pribadi dan haus kekuasan serta beli jabatan.

Yang menjadi persoalan, mungkinkah terjadi Perubahan di kabupaten Kerinci pada Pilkada Tahun 2008, atau masih adakah Partai Politik yang berfihak kepada masyarakat untuk mengusung arus perubahan di Kabupaten Kerinci, kalaupun ada, Partai Politik mana, ini yang masih kita tunggu, wait and see, dan, ini menjadi tanggung jawab kita semua yang memiliki hati nurani dan kepedulian dengan Ranah Kincai yang merupakan sekapal tanah surga yang terdampar ke bumi, hawa surganya saat ini cenderung menurun, kita butuh tangan-tangan professional untuk mengembali hawa surga tersebut(**)

Kamis, 27 Maret 2008

ZUBIR MUCHTAR SANG BAPAK PETANI LAYAK MEMIMPIN KERINCI TAHUN 2009-2014


Ir. Zubir Muchtar, adalah seorang pejabat yang merangkak dari bawah sebagai Petugas lapangan lingkup Perartanian, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan menjadi orang kepercayaan Fauzi Si’in sebagai Sekretaris Daerah Kerinci.

Kalau kita lihat perjalanan Karir seorang Zubir Muchtar, memang dimulai dari jenjang yang terbawah, tidak salah beliau dikenal dan disenangi oleh masyarakat Petani, yang merupakan masyarakat dominan di Kabupaten Kerinci, karena Kabupaten Kerinci secara limas Penduduk hampir lebih 90 % adalah hidup dengan mata pencaharian sebagai petani, bahkan oleh masyarakat Petani melalui Kelompok tani, ada yang mengatakan beliau adalah Bapak Petani Kabupaten Kerinci, tentunya pernyataan tersebut bukan tanpa dasar, dan bukan merupakan sebuah hal yang kebetulan, dan memang dalam perjalan karir sebagai PNS beliau sangat dekat dengan Petani, bahkan semasa beliau menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian, Perternakan banyak terobosan-terobosan yang dilakukan menyentuh langsung kepada petani, dasar itulah masyarakat petani Kerinci melirik nama Ir.H. Zubir Muchtar selain dekat dengan kalangan Petani, beliau juga dikenal banyak kalangan masyarakat kalangan bawah dan mudah bergaul tanpa pandang suku dan jabatan dan mudah ditemui siapa saja

Hal ini memang menjdi sebuah fakta, seorang tenaga tekhnis dan pejabat tekhnis, oleh Fauzi Si’in sebagai Bupati Kerinci periode II, mempercayakan managemen Pemerintahan dalam aspek administrasi kepada seorang Zubir Muchtar, kepiawaian belaiu bukan hanya dari aspek tekhnis dan tentunya aspek manajemen administrasi Pemerintahan juga dipahami beliau walupun untuk itu beliau harus belajar dan belajar dan ternyata beliau mampu menjadi orang Kepercayaam Fauzi Si’in dalam jajaran Kabinet Fuzi Si’in periode ke II.
Disamping itu kedekatan dengan masyarakat petani dan Pemuda menjadi sebuah hal yang membuat Zubir Muchtar diminta oleh masyarakat untuk maju sebagai Balon Bupati Kerinci pada PILKADA Tahun 2008, hal ini terbukti banyak masyarakat petani menggantungkan harapan kepada Zubir Muchtar untuk memimpin Kerinci masa yang akan datang, salah satu bentuk Pernyataan petani di kecamatan Kayu Aro, yang belum mau disebut nama “Memang petani tidak mengerti soal politik, yang jelas bapak Ir.H.Zubir Muchtar layak untuk mencalonkan dan dicalon kan oleh Perahu Petani melalui mekanisme Partai penggusung pada pemilihan Bupati Kerinci secara langsung tersebut. Selain mudah ditemui juga dekat dengan kami petani”. Ujarnya, dan, selain sosok beliau dekat dengan petani juga sangat dikenal dengan keramah tamahan dalam pergaulan sehari-hari, sehingga beliau sangat mudah ditemui dan diajak bicara oleh Masyarakat pada umumnya. Penampilan sederhana beliau membuat masyarakat menjadi simpatik akan figurnya, bahkan pencalonon beliau juga didukug oleh kalangan pemuda juga mulai membicarakan tentang figur Ir.H.Zubir Muchtar, dimana dimata mereka melihat sosok kesederhanaan Ir.H.Zubir Muchtar yang dekat dengan kalangan bawah khususnya petani. Dan ini merupakan modal awal yang dimiliki Zubir.
Secara prestasi tingkat Nasional beliau dianugerahkan Penghargaan Bidang Pertanian dari menteri Pertanian, Anton Apriyantono baru-baru ini. “Ini bukti bahwa beliau berpihak kepada para petani dan menjadi tokoh nasional.
Zubir Muchtar maju sebagai Balon Bupati pada PILKADA Tahun 2008 diakui beliau bahwa dirinya di desak maju oleh masyarakat dan itu sudah dipertimbangkannya untuk maju pada pilbub mendatang, hanya majunya dirinya menjadi orang nomor satu di bumi sakti alam kerinci ini atas dasar desakan dan permintaan dari masyarakat.
Aspirasi murni masyarakat petani dan Pemuda menginginkan Zubir Muchtar maju pada Pilkada 2008 nanti, merupakan aspirasi murni masyarakat, kalau memang itu yang dikehendaki masyarakat maka beliau siap akan maju mencalonkan diri sebagai Bupati Kerinci, sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku sebagai Pejabat dan sebagai Pegawai Negeri Sipil (Krc/03).

Sabtu, 15 Maret 2008

“MAIRIZAL MEIRAD“ LAYAK JADI PEMIMPIN KERINCI TAHUN 2009 -2014

Kerinci yang terdiri dari beberapa etnik, yaitu warga Minang Kerinci, warga jawa Kerinci , warga batak Kerinci, yang menjadi bagian yang terpisahkan dan terintegrasi dalam pembangunan Kerinci, dan merupakan warga yang memberikan kontribusi ekonomi bagi Kabupaten Kerinci, dan mereka menjadi Kerinci menjadi kampung dan tanah kelahiran mereka, dan kampung asal mereka menjadi kampung ke dua bagi mereka, bahkan ada yang mengatakan pulang kampung merasa menjadi perantau.

Untuk mengetahui arah politik pada PILKADA Kerinci 2008, secara umum mereka mengharapkan bahwa warga rantau di Kabupaten Kerinci tidak dijadikan warga Kelas II, karena mereka hidup, lahir dan berusaha serta membangun di Kabupaten Kerinci, dan mereka menjadi bagian terintegrasi dalam masyarakat Kerinci untuk membangun Kerinci masa depan yang madani, salah satu tokoh Minang Kerinci Jakarta yang berhasil di wawancarai adalah H. Anwardin, (Ketua Keluarga Besar Minang Kerinci Jakarta) yang lahir dan besar serta memiliki keluarga di Ranoh Kincai, pandangan beliau terhadap PILKADA Kerinci Tahun 2008 adalah Pemimpin yang akan datang sesuai dengan UU No. 32 tahun 2004 dan bisa mempersatukan semua unsur masyarakat yang ada di wilayah Kerinci, tidak mengotak-ngotak, mengintegrasi semua elemen masyarakat menjadi potensi Pembangunan, disamping itu pemimpin harus amanah, take & give, selalu berfikiran positif dan hindari sifat negatif atau dendam politik, marilah kita hilang perbedaan jadikan perbedaan menjadi nilai pembangunan, kita satu pandangan untuk membangun Kerinci. Siapapun yang menjadi Bupati yang akan datang tidak masalah yang penting bisa memberikan kemakmuran bagi masyarakat Kerinci secara utuh, iklim berusaha dapat berjalan dengan menjadi lebih bagus, dengan memberikan kemudahan dan suasana nyaman dalam berinvestasi, namun Balon/Calon Bupati harus memiliki dan mempunyai misi dan visi yang membumi untuk lebih memacu mengejar ketertinggalan Kerinci dari daerah-daerah lainnya, khususnya Propinsi Jambi. Dengan Banyaknya Balon/Calon Bupati yang akan datang menunjukkan bahwa Kerinci sudah bisa menerima alam demokrasi yang lebih maju, dan Balon/Calon harus berjiwa besar siap menang dan siap pula menerima kekalahan.

Salah satu balon yang dikenal adalah Dpt. Drs. Mairizal Meirad, (Mantan Ketua HKK se- Jakarta) lebih dekenal dengan “MM”, bukan karena beliau beristerikan Putri Minang Kerinci (Letnan Kolonel Udara Hj. Erniyati Muslim), tetapi secara objektif, kami dan “MM” bersama-sama di Jakarta dan “MM” diusung oleh sebuah perahu masyarakat untuk disampaikan ke Partai Penggusung, menjadi balon/calon pemimpin Kerinci tahun 2009, dan ini nilai yang sangat berarti, beliau datang dan menjadi balon, bukan kehendak dan ambisi pribadi, dan “MM” sangat dekat dengan masyarakat baik pengusaha, dan masyarakat lainnya di Jakarta. Beliau ini adalah seorang yang tumbuh dari profesional, dibesar dari Birokrat di Depdagri dan Bisnis, kalau secara umum “MM” diadakan Fit and proferty test, menurut saya beliau punya kriteria yang lebih, baik diukur dengan ketokohan, wawasan Nasional dan Internasional, hubungan dengan masyarakat bagus bahkan. Trade record beliau menurut kami sangat bagus, sebagai profesional yang di latar belakang pengethuan, ilmu perkawanan (markting) di BUMN sangat berhasil, secara umum kami secara pribadi beliau cukup punya capablitas untuk menjadi Bupati Kerinci tahun 2009, sekiranya beliau betul mau Pulang, Ibadah, Mengabdi dan Membangun dan akan masuk dalam PILKADA di Kerinci tentu sesuatu hal jadi pilihan yang terbaik,

Namun semua ini yang menentukan adalah masyarakat yang tinggal di Kerinci, siapapun Bupati Kerinci, namun harapan kami perantau di Jakarta, hendaknya Kerinci dipimpin oleh pemimpin Pilihan Rakyat, tidak pemimpin dengan membeli suara rakyat, tidak pemimpin ambisius, dan tidak pemimpin yang membeli jabatan dan menjual jabatan, hal ini mungkin terjadi di PILKADA Kerinci

Disamping itu, beliau menghimbau kepada Masyarakat minang yang ada di Kerinci, bahwa masyarakat Minang Kerinci tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat Kerinci, hal ini sesuai dengan nasihat orangtua “dimana bumi dipijak disanalah langit dijunjung” dan masyarakat Minang Kerinci duduk sama rendah berdiri sama tinggi, dengan azaz kebersamaan untuk membangun masyarakat Kerinci yang homogen, dan lakukanlah hak pilih kita selaku warga Kerinci dengan memilih Pemimpin Kerinci. tidak pemimpin dengan membeli suara rakyat, tidak pemimpin ambisius, dan tidak pemimpin yang membeli jabatan dan menjual jabatan, serta Pemimpin yang jauh dari Money Politik.

Dari uraian wawancara diatas, bahwa warga Minang Kerinci Jakarta, sangat peduli dengan Kabupaten Kerinci, bahkan mengharapkan warga Minang Kerinci di Kerinci melakukan hak Pilih yang benar dan baik untuk kepentingan Kerinci secara utuh, dan apa yang menjadi harapan warga Minang Kerinci Jakarta, mudah-mudahan dapat terlaksana dengan baik pada Pilkada Kerinci Tahun 2008

MAIRIZAL MEIRAD TEMU KANGEN DENGAN TOKOH DI JAMBI

Balon Bupati Kerinci pada Pilkada tahun 2008, salah satunya adalah Dpt Drs. H. Mairizal Meirad, MM sebagai salah satu balon yang diusung oleh Perahu masyarakat saat ini mengadakan safari temu kangen dengan tokoh-tokoh Kerinci di masing-masing Propinsi yang memiliki komunitas Kerinci/ Ikatan Keluarga Besar Pondok Tinggi.

Temu kangen dan silaturrahmi dengan tokoh komunitas Kerinci/ Ikatan Keluarga Besar Pondok Tinggi, dan simpatisan di Jambi dilaksanakan pada tanggal 29 Februari 2008, temu kangen dihadiri lebih kurang 20 orang tokoh senior dan yonior, baik tokoh politik maupun non politik.

Pada acara temu kangen dan silaturrahmi tersebut, dilakukan penyampaian refeleksi proses pencalonan beliau oleh masyarakat sebagai sebuah aspirasi yang sangat perlu disikapi, dan merupakan keinginan masyarakat untuk mencalonkan beliau sebagai Bupati Kerinci, keinginan masyarakat tersebut merupakan roh yang membuat beliau terpanggil dan ingin membaktikan pengelaman dan ilmu beliau untuk segumpal tanah surga yang terdampar ke dunia, agar tetap menjadi tanah surga, walaupun saat ini nilai tanah surga itu mulai sirna, baik bagi pengunjung sebagai wisatawan maupun bagi masyarakat Kerinci yang keluar masuk ke Kerinci.

Pada pertemuan tersebut, dijelaskan oleh beliau, bahwa keinginan dan aspirasi masyarakat yang mengehendaki beliau menderma baktikan pengalaman dan penbetahuan beliau untuk membangun Kerinci menjadi tanah surga yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kerinci dan masyarakat Internasional, sesuai dengan potensi dan nilai-nilai yang dimiliki oleh Kabupaten Kerinci, baik untuk kepentingan daerah, regional dan Internasional, karena beliau sangat menyadari bahwa Kerinci dengan potensinya memiliki kepentingan bagi pembangunan Kerinci maupun kepentingan Nasional dan Internasional.

Mengenai visi dan misi, di jelaskan oleh Dpt Drs. H. Mairizal Meirad, MM, bahwa telah menyusun dan saat ini, belum etis beliau menyampaikan Visi dan misi, namun yang jelas dengan melihat Kerinci masa lalu dan sekarang, dan pandangan masa depan, terfokus dalam pembangunan baik fisik maupun non fisik dengan prinsip KISS (Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi dan Sinergi)) pemberdayaan sumber daya dari berbagai sektor.
Hal ini menurut beliau sejalan dengan PIMM (Pulang, Ibadah, Mengabdi dan Membangun) untuk mewujudkan pembangunan yang berfihak kepada masyarakat, karena seutuhnya pembangunan itu adalah bagaimana mensejahterakan rakyat banyak.

Sehingga pencalonan beliau terkesan bukan sebagai sebuah ambisius untuk membeli jabatan dan ambisius kekuasaan, melainkan merupakan sebuah pengabdian yang tulus untuk membangun Kerinci, sesuai dengan naluri enterperenuer yang dimiliki dan manajemen pertemanan untuk mengangkat harkat dan martabat Kerinci setara dengan Kabupaten lainnya, sebagai segumpal tanah surga yang memiliki keharuman baik ekonomi, wisata, pendidikan, lingkungan dan memberikan nilai peningkatan ekonomi masyarakat, karena pembangunan ekonomi berbasis masyarakat menjadi sebuah kata kunci, bukan pembangunan angka-angka yang lebih menonjolkan nalai statistik yang sangat sulit dibuktikan di akar rumput yang memiliki kesan, data diatas penderitaan rakyat.

Dalam pertemuan tersebut, tokoh komunitas Kerinci/ Ikatan Keluarga Besar Pondok Tinggi antara lain Dr. Usman Karim, SKM dan Isteri, Abu Samah, Dr. Jamaluddin (Jujun) dan Isteri, Rustam, Spd, Mahyuddin Abas, Spd, Dpt Januar, Hamdani, Spd. Afrizal, Spd (DPRD Kota), Syamsul Bahri, SE (pengamat), Irfatman, Spd (beserta Ister) beseta simpatisan lainnya di Jambi menyatakan mendukung sepenuhnya putra terbaik Kerinci Dpt Drs. H. Mairizal Meirad, MM sebagai salah satu balon Bupati dan siap mensosialasikan kepada Keluarga di Kerinci baik yang berada di Wilayah Adat Depati Payung Pondok Tinggi dan seluruh masyarakat Kerinci.

Untuk proses pembelajaran politik bagi masyarakat, melalui pendekatan intelektual kepada tokoh-tokoh yang memiliki keinginan untuk membangun Kerinci sebagai mediator untuk menyampaikan kepada keluarga terdekat dan kolega merupakan proses pembelajaran politik, agar masyarakat Kerinci bisa memilih pemimpin yang memiliki keinginan untuk membangun, tidak pemimpin yang ambisius dan terkesan membeli jabatan untuk kekuasaan, proses pembelajaran politik melalui tokoh merupakan salah satu untuk mewjudkan pemimpin yang menjadi pilihan masyarakat.

Menurut beliau, temu kangen ini akan dilanjutkan ke beberapa Propinsi, terutama Sumatera Barat dan Jakarta.

BERKACA DI CERMIN RETAK II

MEGA PROYEK PILKADA

Oleh : Syamsul Bahri, S.E
Email : syamsul_12@yahoo.co.id

Produk sebuah reformasi di Indonesia antara lain adalah otonomi daerah serta Pemilihan secara langsung, baik legeslatif maupun Presiden dan wakil serta Kepala Daerah, yang memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan proses demokrasi dan melindungi dan mesejahterakan masyarakat, baik keamanan, ekonomi, pendidikan dll.

Payung hukum dari hal tersebut diatas, adalah salah satu UU No. 32 Tahun 2004, yang mencerminkan sebuah negara demokrasi terbesar di Dunia, dimana, seyogyannya kekuasaan rakyat menjadi kekuasaan dominan dan suara rakyat menjadi suara yang menentukan arah pembangunan, baik melalui penentuan legeslatif maupun Presiden dan Wakil serta Kepala Daerah (Pasangan Gubernur, pasangan Bupati)

Kalau kita cermati Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia, sebagai implementasi dari UU No. 32 Tahun 2004, sesuai dengan data, pelaksanaan PILKADA tahun 2007, justru banyak meninggalkan persoalan yang mendasar, antara lain Pemimpin daerah belum menjadi pilihan rakyat, terjadi konflik dan penolakan dll. Hal ini merupakan sebuah cermin bagi PILKADA di Propinsi Jambi, sesuai data penyebab tersebut lebih disebabkan money politik dan black campegne
Bahkan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan “Jika pada pembahasaan naskah akademik UU No 32 Tahun 2004, polemik terkait pertanyaan apakah pilkada langsung dapat meredam politik uang selama 2001-2004, kini debat terarah pada mahal dan rendahnya kualitas pilkada. Maka beliau mengusulkan agar pilkada dihapus (Kompas, 26/1/2008).
Banyaknya gugatan pilkada di Indonesia bermula dari data kependudukan yang tidak valid. Demikian pula, rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap esensi pilkada, yang keluar dari tujuan UU No.32 tahun 2004 menyebabkan praktik politik uang dalam pilkada. Khusus untuk Indonesia, problem pilkada diperberat kualitas partai politik dan aktor politik yang tidak memadai, ketidak netralitas penguasa, dendam politik, black compigne. Kasus Pilkada Malut dan Sulsel menunjukkan betapa sulitnya menghasilkan pilkada berkualitas dan diterima semua pihak
Pilkada di Indonesia merupakan pesta akbar dan harus dibiayai secara khusus, mulai dari pendaftran pemilih yang sering tidak valid, pengadaan barang dan jasa untuk pencoblosan yang berulang tiap pemilihan, sampai kampanye jorjoran yang dilakukan parpol dan calon. Dengan kata lain, pilkada beririentasi pada ”Mega proyek”, harus dibiayai anggaran besar pula, yang menimbulkan inefisiensi terjadi dalam paradigma proyek pilkada, bahkan yang balon juga jor-joran untuk membeli dan mendapat suara pemilih, tentunya calon yang punya modal dan sponsor, kondisi ini sangat sulit untuk melahirkan pemimpin pilihan masyarakat.
Logika berpikir yang berorientasi pada mega proyek dalam pilkada ini tidak saja merasuki pemikiran penyelenggara pilkada, tetapi juga partai politik, aktor politik, calon kepala daerah, birokrasi di pusat dan daerah, serta masyarakat pemilih. Proyek ini berlanjut sampai esensi dan tujuan kemenangan pilkada. Tidak heran jika partai politik dan aktor politik rela mengeluarkan miliaran rupiah untuk dapat mengikuti kompetisi pilkada.
Uang ini digunakan mulai dari menentukan parpol pengusung (beli perahu), kampanye besar-besaran untuk mendongkrak popularitas calon, sampai upaya mempengaruhi pilihan masyarakat. Tentu saja tidak ada yang gratis dalam pesta akbar pilkada. Biaya yang dikeluarkan ini harus diganti oleh uang rakyat dalam APBD melalui arisan proyek bagi investor politik yang ikut membiayai pilkada. Jadi, apa yang dicemaskan banyak pihak tentang mahal pilkada mendekati kebenaran. Pilkada bukan hanya mahal dari sisi biaya penyelenggaraan yang harus ditanggung APBD, tetapi juga mahal dari ongkos yang harus dibayar masyarakat dalam arisan proyek bagi investor politik. Cukup valid untuk mengatakan pilkada langsung memboroskan uang negara dan belum memberi hasil optimal

Walaupun saat ini, PILKADA wilayah Propinsi Jambi tahun 2008(Kota Madya Jambi, Kabupaten Merangin, dan kabupaten Kerinci) dimana arus perubahan yang merupakan arus besar saat ini, yang merupakan refleksi dari peta politik Nasional, yang mengarah untuk menginginkan pimpinan non Incumbent dan 4 L, menjadi bagian yang tak terpisahkan dan menjadi bagian dari politik daerah saat ini.

Maka untuk PILKADA wilayah Propinsi Jambi, dengan melihat dan bercermin pada pelaksanaan PILKADA di berbagai daerah, yang membuah hasil Pemimpin yang bukan menjadi Pilihan Rakyat, karena proses Pemilihan lebih cenderung money politik dan black compagne disamping ketidak netralitas penguasa, menjadi bagian permaslahan PILKADA tahun 2007, sehinga akan melahirkan sebuah program yang belum memihak pada kepentingan rakyat

Dengan bercermin dari hal tersebut diatas, bahwa permaslahan Pilkada tahun 2007 disebabkan (1) Money Politik, (2) Black Compagne, (3) Ketidak Netralitas Pelaksanan dan Penguasa, (4) data penduduk yang tidak valid. Sehingga Pelaksanaan Pilkada di Wilayah Propinsi jambi tahun 2008, hendaknya tidak bercermin di Kaca Retak

Kondisi itu sudah tercermin, bahwa curi star dan memanfaatkan jabatan dalam kepemerintahan (tentunya dengan segala fasilitas) telah berjalan dengan tanpa rasa malu, walaupun berbagai kedok, serta ambisius untuk mendapatkan jabatan sebagai Bupati/wali kota, hal dapat dilihat semua partai baik yang lulus election threshold maupun yang tidak lulus, para balon tersebut mendaftar, seakan-akan ingin menguasai semua partai “perselingkuhan dalam Partai Politik” menjadi bagian yang biasa, walaupun secara moral perselingkuhan itu tida dibenarkan

Oleh sebab itu, marilah kita atau tokoh-tokoh yang masih memiliki hati nurani untuk membangun demokrasi dan memilih pemimpin yang menjadi pilihan rakyat, serta pemimpin yang berfikir dan bekerja untuk rakyat, tentunya pemimpin yang tidak ambisius, tidak money politik, tidak memiliki rasa dendam kepada rezim terdahulu, pemimpin yang memiliki pengalaman baik nasional dan Internasional dan enterpteneur menjadi bagian dari tanggung jawab kita untuk menyampaikan kepada masyarakat, agar tercipta pemimpin yang menjadi pilihan rakyat, yang akan mengiplementasikan visi dan misi sesuai dengan kondisi di tengah masyarakat, tidak menciptakan angka prestasi stitistik diatas penderitaan rakyat.

Sabtu, 08 Maret 2008

PEMDA KERINCI GAK BECUS MERENCANAKAN AJANG BESAR

Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMDK) Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi ditetapkan pemerintah pusat sebagai agenda nasional menyambut tahun kunjungan wisata 2008 adalah sangat tepat, itu semua dikarenakan kerinci merupakan tujuan utama pariwisata provinsi Jambi.

Selain ajang ini dapat mengangkat nama kabupaten Kerinci dan provinsi Jambi khususnya, dan Indonesia pada umumnya, hendaknya perhelatan besar ini dapat dijadikan media oleh PEMDA Kerinci untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar daerah Sanggarang Agung. Itulah yang diharapkan oleh masayarkat kepada pemerintah daerah. Namun ajang ini hanya sekedar perhelatan besar biasa saja, perhelatan yang menghabur-hamburkan pendapatan daerah, dan perhelatan yang menghabiskan waktu. Ini dikarenakan masyarakat tidak merasakan efek yang positif dari FKMD tersebut.

Benar memang, kalau dengan ajang FKMD ini kabupaten kerinci telah banyak dikenal, baik dalam maupun luar negri. Namun bukan hanya dikenal yang diharapkan oleh masyarakat, mereka mengharapkan dengan adanya ajang ini, mereka mendapat peluang untuk meningkatkan taraf perekonomian mereka. Pada kenyataanya ajang ini hanya berdampak sementara yaitu 3 – 7 hari. Dan itu hanya mengahasilkan ratusan juta rupiah dan untuk menyelenggarakan perhelatan ini pemerintah menghabisakan milyaran bahkan trilyunan rupiah.

Wajarkah kiranya, perbandingan yang sangat kontras antara pengeluaran dan pemasukan tersebut…???”ANDALAH YANG MENILAI”

Untuk itu, Diharapkan pada pemerintah pusat dan daerah agar dapat meninjau dan memberikan kontribusi yang lebih pada masyarakat terhadap perhelatan yang besar ini, bukan hanya sekedar menghamburkan pendapatan daerah dan efek yang sekejap saja.

Kamis, 14 Februari 2008

PEMEKARAN KERINCI PERLU DITINJAU URGENSI

Pernyataan Fauzi Si’in pada JambI ekspres tanggal 12 Februari 2008, tentang Pemekaran Kabupaten Kerinci menjadi 2 yaitu Kabupaten Kerinci dan Koto Otonom Kerinci akan terlaksana pada bulan september 2008, dianggap memiliki nilai Politis dan Pemekaran harus dikaji ulang, hal dapat dilihat dari beberapa komentar tokoh Pemuda yang berada di luar daerah dan dalam Daerah serta Balon Bupati kerinci tahun 2008, dengan berbagai macam pendapat, yang berintikan mereka tidak setuju pemekaran tersebut seperti kementar mendah Kerinci yang tergabung dalam Kerinci-net@yahoogroups.com antara lain edwar Syafron (edo) “Wah ternyata pemekaran kelihatanya bakal jadi juga. Saya sendiri sih masih termasuk golongan yang tidak melihat urgensi pemekaran di Kabupaten Kerinci, apalagi kalau ada yang baca Kompas kemarin mengenai evaluasi daerah pemekaran yang "berkembang" hanya gedung-gedungnya saja, karena sudah pasti perlu Gedung Bupati baru, Rumah Bupati Baru, Rumah Wabup baru dll tapi dari segi kesejahteraan masyarakat, tidak terjadi kemajuan dan kalau kita lihat Kerinci, daerah yang sekecil itu dengan PAD yang kecil, sekarang mau dijadikan 2 Kabupaten, berarti jelas PAD dibagi 2 tapi Jumlah Instansi dan Pegawainya jadi Dua kali lipat, Pembangunan prasarananya pun dua kali lipat, jadi APBDnya bisa jadi dua kali lipat...., artinya memang dengan menjadi 2 kabupaten berarti menambahdaftar Kabupaten yang mengandalkan bantuan dari Pemerintah Pusat alias "Pengemis" terlepas dari itu semua, semoga apa yang terjadi adalah yang terbaik untuk Kerinci

Selanjutnya komentar akmal ”Yak tulllll...llull.......Mohon maaf kalau kamai sejak dulu gak setuju dengan pemekaran Kerinci. Oooalah..... satu kabupaten aja Pembangunannya gak jelas juntrungnya apalagi1 kab dan 1 kota..... capekk decch. Apa sih yang diandalkan Kab Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Sei Penuh tidak-lah begitu besar, dan pembangunannya juga gak bagus2 amat......Kalo jadi 2 berarti ada kota sungai penuh dan ada Kab. kerinci yang tentunya butuh ibukota kab...... kira2 pusat pemerintahan kab. kerinci akan pindah kemana??? atau masih di sei. penuh.......???? dan tentunya nanti akan ada Walikota dan Bupati serta aparat dan keparatnya. Harapannya saya, momen pemekaran ini bukan hanya dipandang sebagai LAHAN PROYEK BARU, semoga kerinci tidak tambah MISKIN dan NDESO

Selanjutnya komentar Syamsul Bahri, SE ”teman-teman, secara prinsip hukum, pemekaran Kerinci menjadi 2 bertentangan dengan UU No. 32 tahun 2004, pasal 4 ayat 4, secara ekonomi akan menjadikan kota sungai penuh menjadi kota mati secara bertahap, karena sumber PAD hanya dari pajak dan retribusi, tentunya membebankan masyarakat yang tidak punya penghasilan, dan pengusaha dan pedagang tidak laku, maka terjadi perpindahan modal ke tempat lain, karena indikator kota jasa Sungai Penuh sangat minim sekali, kalaupun harus jadi, kenapa kota sungai penuh namanya, sebaiknya kota Kerinci ibu kotanya Sungai Penuh

Jadi pemekaran baru keiinginan politik abu-abu, belum didukung oleh dasar hukum dan indikator ekonomi

Kemudian komentar salah satu calon Bupati Kerinci Dpt. Drs. Mairizal Maerad, MM
Assww Saya amat sependapat dengan add Syamsul Bahri dan Add.Akmal dan mungkin juga dengan banyak masyarakat Kerinci lainnya bahwa sesungguhnya pemekaran Kabupaten Kerinci dengan menjadi kan Sungai Penuh sebagai Kota belum tepat waktunya karena baik dari sisi luas wilayah, jumlah penduduk maupun dari sisi PAD tidak memenuhi syarat untuk itu. Saya memang tidak dan belum memahami apa latar belakang pemekaran tersebut ? jika untuk membangun dan memajukan Kabupaten Kerinci saya rasa tidak harus dengan pemekaran Kabupaten dengan Kota Sungai Penuhnya, yang dibutuhkan adalah Program /konsep pembangunan yang terpadu dan terintegrasi antara satu sektor dengan sektor lainnya sehingga pembangunan berhasil dalam arti kata pendapatan masyarakat akan meningkat. terpenuhi sandang, papan dan pangan serta tercukupi kesehatan dan pendidikan yang layak. Untuk mencapai Visi Pemda Kerinci selama ini yaitu menjadikan Kerinci sebagai Agro bisnisdan agroo industri yang unggul dan wisata yang tangguh,harus dilakukan dengan dengan program yang terintegrasi dengan sektor lainnya khususnya INFRA STRUKTUR. Agro bisnis yang unggul dengan hasil pertanian yang melimpah dan berkwalitas mau dikemanakan jika jalan yang digunakan untuk memasarkan produk itu tidak bagus, produk pertanian itu akan menjadi busuk dijalan dan cost untuk transportasinya juga jadi mahal sehingga produk pertanian Kerinci tidak mampu bersaing dengan produk dari Daerah lain. Berapa kerugian petani kita karena banjir akibat pengairan/irigasi yang tidak terawat dau dibangun sesuai dengan kondisi/kebutuhannya. Dari aspek Pariwisata, siapa yang akan mau datang ber-capek2 atau melelahkan ke Kerinci walaupun alamnya indah, dan banyak sosial budaya yang menarik. Para Wisatawan ingin menyenangkan diri, fasilitas fasilitas yang ada harus dibenahi dan disiapkan . Pesta Danau bukan sarana promosi yang pas untuk Kerinci karena biaya mahal tapi yang hadir ya uhang-uhang kita saja dari luar daerah dan uhang-uhang kita yang ada di Kerinci. Ternyata Festivcal Danau belum memberikan dampak signifikan, sebaiknya Festival tersebut dievaluasi

Kembali ke masalah pemekaran Kabupaten Kerinci, dari pengamatan dan pembicaraan dengan beberapa teman dan tokoh2 masyarakat saya dapat mengambil kesimpulan "jelas hal itu ada trerselip kepentingan politis yang sulit untuk dipaparkan. Saya rasa semua kita sependapat apabila pemekaran ini terjadi, maka Kabupaten Kerinci masa akan datang akan menjadi lain dengan wajah Kerinci tahun-tahun sebelumnya, bukan makin maju malah bisa menimbulkan ekses sosial yang cukup rumit. Masalah kepegawaian, masalah PAD bagi kedua wilayah, masalah Ibukota Kabupaten, sarana kantor akan jadi rebutan ??? Wilayah2 akan berebut menjadi ibu Kota Kabupaten ???. Sarana jalan yang menghubungkan Kerinci dengan wilayah lain seperti Pesisir Selatan, Solok Selatan dan Merangin/Bangko menjadi tanggung jawab siapa ? JIka tanggung Jawab Kabupaten sedangkan Kota Sungai Penuh menerima manfaatnya juga. Jadi tanggung jawab Kota Sungai Penuh tidak mungkin karena jalan itu melewati wilayah Kabupaten dulu baru Kota Sungai Penuh. Jadi tidak semudah melontarkan ide atau semudah membalik telapak tangan. Mari renungkan kembali, kaji kembali dengan penuh ketenangan bukan emosional, masih ada kesempatan untuk meninjau kembali sepanjang pihak Legislatif kita mau berpihak kepada masyarakat banyak. Walaupun gagasan dan ide itu sudah maju dan digodok di DPR-RI tapi, masyarakat masih bisa minta ditinjau ulang atau menunda dulu sampai ekonomi Kabupaten Kerinci memungkinkan untuk itu . Jika pernyataan pak Fauzi Siin benar September akan di sahkan UU tentang pemekaran tsb. suatu hal yang perlu diantisipasi adalah suskses atau kelancaran PILKADA yang sudah diambang pintu pasti akan terganggu karena KPUD akan mendata penduduk yang memiliki hak pilih akan bingung apakah masyarakat Kota Sungai Penuh memiliki hak pilih dalam PILKADA Kabupaten Kerinci ? Apakah kondisi itu tidak akan menyebabkan stagnannya juga kegiatan PILKADA ??? ditunda lagi sampai pemekaran selesai ? Karena Kota Sungai Penuh tentunya juga harus mempersiapkan KPUDnya dan PILKADA lagi ? berapa milyard lagi biaya yang harus menjadi beban APBD ? Saya mendo'akan semoga saja pintu hati dan perasaan kita semua terbuka dan pikiran kita bisa jernih dalam menanggapi masalah ini

Hal senada juga dikemukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kerinci, diikutip dari Jambi ekspres tanggal 12 Februari 2008, yaitu Wakil Ketua DPRD Kerici H Z Arifin AdnanSulit rasanya DPR RI menyetujui pembentukan Kota Sungaipenuh dalam waktu dekat ini lantaran kejelasan masalah ibukota belum juga klir,’’ juga ditambahkan Ketua DPRD Kerinci H Nasrul Madin”. Sepengetahuannya, meskipun pembahasan RUU tentang pembentukan kota otonom Sungaipenuh tersebut sedang dilaksanakan, bukan berarti pemekaran itu sudah bisa dipastikan akan terwujud dalam waktu dekat ini, Sekarang ini sebutnya, bagaimana Pemerintah Kerinci bisa menetapkan ibukota kabupaten yang pasti untuk disampaikan ke DPR RI yang sedang melakukan pembahasan. Sebab, ibukota itu nampaknya merupakan salah satu syarat mutlak agar pemekaran Kerinci bisa terwujud dengan cepat. Sebelum kita menetapkan ibukota kabupaten, maka selama itu pula pemekaran Kerinci akan digantungkan dan belum bisa terwujud,’’ dan dipertegas lagi oleh oleh H Atmawadi Ilyas yang juga anggota DPRD Kerinci. Malah katanya, Bupati sendiri sebagaimana pidatonya dihadapan pegawai pada Senin (10/2) kemarin di lapangan, Pemkab Kerinci mengakui jika masalah ibukota Kabupaten Kerinci sementara di Renah Pemetik dipersoalkan di DPR RI, Dengan demikian katanya, masalah ibukota Kabupaten Kerinci ini haruslah menjadi prioritas utama pemerintah jika menginginkan pemekaran itu segera terwujud. ‘’Jadi jelas sekarang ini persoalan utamanya adalah masalah letak ibukota kabupaten yang harus dipersiapkan dari sekarang. Saya pun tidak setuju jika Renah Pemetik dijadikan ibukota Kabupaten Kerinci. Sebab hal itu sudah menyimpang dari konsep pemekaran itu sendiri dimana tujuan dilaksanakanya pemekaran salah satunya untuk mempermudah pelayanan publik. Kalau dengan pemekaran malah masyarakat jadi tambah sengsara lebih baik itu ditiadakan. Makanya penentuan ibukota ini merupakan hal yang amat sensitif,’’

Rabu, 13 Februari 2008

BALON YANG DILIRIK OLEH BANYAK PARTAI PADA PILKADA KERINCI

Memiliki perahu kesepakatan masyarakat, bukan ambisi pribadi, melainkan keinginan dan kebutuhan masyarakat yang menginginkan arus perubahan dan pembaharuan untuk menjadi pemimpin yang menjadi pilihan masyarakat, bukan membeli jabatan politik serta memiliki program yang membumi, sesuai kebutuhan prioritas masyaraka, tidak menjual atau umbar janji tapi prestasi dan bukti.

Drs Dpt H. MAIRIZAL MEIRAD, MM, dikenal dengan MM sebagai salah salon balon wajah baru yang memiliki pengelaman birokrat lebih 13 tahun di Departemen Dalam Negeri dan pengalaman bisnis yang kental sebagai seorang enterprenuer selama 20 melalui pendekatan managemen pertemanan (marketing management), dengan kemunculan yang santun dan simpatik, yang didukung oleh sebuah Filsofi Pulang, Ibadah, mengabdi dan Membangun (PIMM), dan motto Sihile samudiek membangun Kincai, yang tidak memiliki kecenderungan haus dan membeli jabatan, menjadi salah satu balon yang banyak dilirik oleh Partai baik partai bebrasisi agamais maupun nasionalis.

MM sebagai tokoh nasional (dalam buku Apresiasi emas 60 Tahun Indonesia Merdeka, Pofil Tokoh, Pengusaha, eksekutif, Profesional, Pendidik & dan wanita Pengusaha Indonesia, terbitan Pusat Profil dan Biografi Indonesia tahun agustus 2005, hal 145), memang layak dilirik oleh partai yang konsekwen dan memiliki komitmen serta menginginkan perubahan signifikan dalam penyelenggaran Pemerinthan di Kabupaten Kerinci, karena disamping memiliki pengelaman birokrat, pengalaman bisnis nasional dan internasional, juga beliau memahami nilai-nilai dan potensi pembangunan yang akan diwujudkan dalam meningkatkan pembangunan Kerinci masa yang akan datang.

Pemunculan MM yang santun dan simpatik, serta aura kharismatik serta kewibawaan yang melekat secara individu pada MM dan keinginan mencalonkan diri bukan ambisi secara pribadi, namun lebih disebabkan keinginan masyarakat, sehingga keinginan itu lebih tercermin sebagai sebuah pengabdian sejati sebagai seorang Kerincisme, jelas haus jabatan dan membeli jabatan, serta money politik tidak tercermin dalam pemunculan MM, apalagi sebagaimana yang diucapkan oleh beliau dan merupakan prinsip “KALAU ORANG RELA DAN BERSEDIA MENGELUARKAN UANG UNTUK SESUATU JABATAN TENTUNYA DIA MEMPUNYAI TUJUAN TERTENTU JUGA ANTARA LAIN MINIMAL DIA JUGA HARUS MENGEMBALIKAN UANG YANG SUDAH DIKELUARKAN, KECUALI KALAU ORANG TSB. SUDAH MILYARDER/ BANYAK UANG YANG DICARINYA ADALAH PRESTIGE SERTA KEBANGGAAN TAPI ITU JARANG TERJADI

Perahu masyarakat yang menggusung MM merupakan modal besar tersendiri yang sangat sulit diperoleh oleh para balon lain, menjadi sebuah nilai plus yang dimiliki oleh MM, sehingga wajar dan pantas Partai Politik melirik MM sebagai calon yang akan diusung, disamping pemunculan yang santun dan simpatik, MM juga sebagai calon yang diharapkan oleh pemilih yang menginginkan perubahan mendasar dalam membangun Kerinci, serta tidak memcampuri dendam politik, menjadi nilai yang sangat simpatik.

MM merupakan tokoh yang ramah ini, dengan kaca mata minus dan kumis tebal memberi kesan sebagai seorang yang memiliki ketegasan dan disiplin dalam melaksanakan pekerjaan memiliki tujuan perjuangan adalah “Pemimpin rakyat dan rakyat adalah pemimpin” sehingga sang pejabat Bupati merupakan sebuah jabatan leadership managemen untuk memahami keinginan dan kebutuhan serta aspirasi masyarakat melalui kejian yang ilmiah berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan, yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam rangka meningkatan kesejahteraan dan pemerataan pendapatan, dengan harapan menciptakan lapangan kerja informal dan formal melalui pemanfaatan potensi ekonomi yang ada di Kabupaten Kerinci.

Kita sama-sama mengetahui untuk menarik investasi dan meminimalkan capital flight (pelarian modal) serta menarik terjadi perputaran modal dari dan ke Kabupaten Kerinci, dan meningkatan pendapatan salah satu factor utama adalah sarana transportasi, ini menjadi bagian penting dalam kajian seorang ekonom seperti MM, yang didukung oleh potensi dan kajian SDA dan mengopimalkan the right man and the right place serta fit and proferty test untuk pendekatan SDM dengan pendekatan ekonomi melalui community based development (CBD), yaitu ekonomi kerakyatan, dan re-inventing government, dan memberikan kemudahan investasi dengan tetap megacu pada ketentuan pokok yang berlaku.

Ivestasi dan penerikan modal ke Kerinci, tidak hanya terbatas pada swasta, bahkan Investasi Proyek melalui APBN dan dana - dana yang besumber dari bentuk-bentuk kepedulian dan kompensasi dunia kepada masyarakat Kerinci terhadap pelestarian Taman Nasional Kerinci Selat melalui program-program yang jelas dan terpadu antara pemberdayaan masyarakat dengan pelestarian TNKS menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun Kerinci sebagai segumpal tanah surga yang terdampar ke-dunia, serta program green tax lintas Kabupaten dan Propinsi, sebagai bentuk sub sidi silang akibat pemilikan hutan konservasi dengan kabupaten/propinsi yang memiliki hutan yang bisa di konversikan dan mendapat nilai-nilai ekonomi langsung dari hutan.

Jumat, 04 Januari 2008

KEMISKINAN DAN EKOLOGIS DI INDONESIA ?

Negeri yang namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai sebuah negeri Zamrud di khatulistiwa, Negerinya kolam susu (kata Koes Plus) semua bisa tumbuh, Negara yang terkenal kaya akan SDA, ternyata permaslahaan kemiskinan menjadi persoalan yang sangat rumit, negeri yang berbasis agraris, pertanian, ternyata harus mengimport beras, gula pasir, susu, dll suatu hal yang cukup ironis, sehingga pertanyaan diatas cukup menggelitik semua pihak, baik ekonom, eksekutif, dan legislative, LSM, dan pertanyaan tersebut tidak hanya menggelitik, tetapi membutuhkan jawaban, sementara ini jawaban itu belum jelas dan belum akurat.

Sudah banyak pakar ekonom mencoba menafsirkan kemiskinan melalui Indicator kemiskinan, solusi kemiskinan, penyebab kemisikinan, namun pengentasan kemiskinan belum bisa tuntas, bahkan cenderung meningkat di Indonesia, tentunya timbul sebuah pertanyaan “ ada apa dengan kemiskinan di Indonesia ?”

Perlu kita simak pertanyaan Prof Mubyarto mempertanyakan hal yang lebih mendasar “Apakah kriteria kemiskinan diperlukan pemerintah, dan apakah perlu indikator tertentu bagi keluarga miskin? Apa gunanya indikator atau kriteria kemiskinan? Apakah agar program-program penanggulangan kemiskinan lebih mengena sasaran? Jika kebijakan-kebijakan, strategi dan program-program penanggulangan kemiskinan selama ini ternyata tidak efektif mencapai sasaran, apakah berarti kriteria kemiskinan yang dipakai tidak tepat atau indikatornya keliru?

Dari beberapa catatan diatas, belum jelasnya Indikator Kemiskinan, sehingga dengan ketidak jelasnnya indikator kemiskinan, membuat program-program penanggulangan kemiskinan belum mengena sasaran?, kenyataan ini, walaupun berbagai departemen memiliki program pengentasan kemiskinan, ternyata pengentaskan kemiskinan belum berhasil.

Dari Pengamatan dan evaluasi penulis, Identifikasi permasalahan kemiskinan dari berbagai pandangan, masyarakat merupakan sesuatu hal yang sangat perlu untuk menjadikan Indikator kemiskinan secara terpadu, tentunya penyebab kemiskinan dan strategi pengentasan kemiskinan juga akan dimunculakn dalam hasil Identifikasi kemiskinan.

Pengertian dan Indicator Human Development Report (HDR) adalah satu konsep yang melihat pembangunan secara lebih komprehensif, di mana pembangunan harus menjadikan kesejahteraan manusia sebagai tujuan akhir, bukan menjadikan manusia sebagai alat pembangunan. Di dalam konsep ini, juga dijelaskan bahwa pembangunan manusia pada dasarnya adalah memperluas pilihan-pilihan bagi masyarakat. Hal yang paling penting di antara pilihan-pilihan yang luas tersebut adalah hidup yang panjang dan sehat, untuk mendapatkan pendidikan dan memiliki akses kepada sumber daya untuk mendapatkan standar hidup yang layak. Pilihan penting lainnya adalah kebebasan berpolitik, jaminan hak asasi manusia dan penghormatan secara pribadi, sehingga Indicator Human Development Report (HDR) bahwa pembangunan harus terfocus pada tujuan akhir menjadikan kesejahteraan manusia

Untuk mewujudkan tujuan akhir pembangunan dalam rangka mengetaskan kemiskinan, harus jelas Indikator dan penyebab kemiskinan.

Dari Index Kemiskinan Manusia atau Human Poverty Index (HPI), kemiskinan di Indonesia semakin bertambah, untuk mengatasi kemiskinan telah dilakukan dan akan terus dilakukan kegiatan pengentasan kemiskinan melalui program pengentasan, namun jumlah kemiskinan semakin bertambah, sehingga timbul pertanyaan ”Ada apa dengan kemiskinan Indonesia ?” beberapa kemungkinan jawaban antara lain ”Apakah tujuan dan fokus pembangunan yang belum tepat ? (sesuai dengan potensi yang ada), ”Apakah Indikator dan penyebab kemiskinan yang belum jelas ?”, kalau keduanya belum jelas tentunya program pengentasan kemiskinan jega tidak akan menghasilkan hasil yang diharapkan

Debagaimana statemen Duta Besar PBB untuk Millenium Development Goals (MDGs) Asia Pasifik, Erna Witoelar menyatakan perusakan lingkungan menyebabkan masyarakat semakin miskin karena rusaknya sumber daya potensial. "Angka kemiskinan akan terus naik seiring dengan kerusakan lingkungan," Berdasarkan hasil evaluasi program MDGs di Asia Pasifik, tahun 2006 Indonesia dinilai mengalami penurunan pencapaian target MDGs. "Penurunannya sangat parah," kata dia dalam diskusi "Pemenuhan dan Pemulihan Keadilan Ekologis,". Penyebab utamanya adalah bencana alam akibat kerusakan ekologis dan konflik politik. Mundurnya pencapaian pembangunan itu, kata dia, menyebabkan masyarakat semakin miskin, akses pada sarana pendidikan dan kesehatan minim dan lingkungan yang semakin rusak.

Memang kenyataan ini, belum banyak dilirik dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia, sehingga beberapa kajian Indikator dan penyebab kemiskinan serta upaya pengentasan kemiskian secara lintas sektoral di Indonesia aspek ekologis sangat minim diperhatikan terutama mengurangi kerusakan ekologis seperti deforestrasi, bahkan di era otonomi daerah, banyak keinginan untuk melakukan kegiatan Investasi yang cenderung tidak memperhatikan aspek ekologis/Sumber Daya Alam, namun hanya memperhatikan aspek ekonomi untuk mendapatkan fuinancial benefit sebesar-besarnya atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) semata-mata selama berkuasa dan mengabaikan Penilaian ekonomi Sumber Daya Alam (yang memiliki dimensi non administrtif bahkan berdeimensi regional dan global), sehingga kerusakan ekologis sebagai suatu penyebab kemisikinan terbesar baik di desa maupun di kota secara bertahap dan kontinyu serta pasti

Fakta ini sudah dibuktikan dengan kerusakan hutan baik secara legal melalui Hak pengusahaan Hutan, Pertambangan dan investasi lain membawa dampak akses ekonomi masyarakat pinggir hutan terbatas, bahkan menjalar ke daerah hilir, yang akan membawa pengaruh pada masyarakat secara ekonomi menurun dan dampak ekologis lainnya yaitu bencana alam banjir dan kekeringan, dan penyakit, sedangkan sumber Pendapatan masyarakat utama adalah pertanian, dan akan membawa pengaruh secara regional terhadap pusar-pusat ekonomi yang ada di kota.

Kalau kita simak statemen Pengamat ekonomi Rizal Ramli menilai perbaikan ekonomi bisa dilakukan seiring dengan perbaikan ekologis dengan syarat ada perbaikan kesejahteraan. Oleh karena itu, yang harus diprioritaskan oleh pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan perkapita.

Kemiskinan dan kerusakan ekologis sesuatu yang sangat sulit dipisahkan, karusakan ekologis menyebabkan kemiskinan, sebaliknya kemiskinan menyebabkan kerusakan ekologis semakin tinggi, sehingga faktor ekologis merupakan salah satu faktor utama penyebab kemiskinan Indonesia. Menurut pemimpin spiritual India Mahatma Gandhi pernah mengingatkan, Bumi menyediakan cukup kebutuhan seluruh umat manusia, tapi bukan untuk kerakusan. Memang, orang-orang yang rakus senantiasa tidak pernah puas dan merasa kurang, sekalipun sudah berkelimpahan. Peringatan Mahatma Gandhi sangat relevan dengan situasi global, lebih-lebih saat ini. Kerakusan tidak hanya menciptakan kemiskinan bagi sesama manusia, tapi juga bisa merusak alam. Keserakahan membuat alam dieksplorasi secara berlebihan, yang akan menimbulkan bencana, hanya melihat alam sebagai sumber financial semata-mata, sedangkan alam merupakan ekolgis yang memiliki nilai ekonomi tidak langsung yang mendukung nilai ekonomi secara langsung.

Bencana dapat didefinisikan adalah suatu situasi dimana cara masyararakat untuk hidup secara normal telah gagal sebagai akibat dari peristiwa kemalangan luar biasa, baik karena peristiwa alam ataupun perbuatan manusia, bencana tersebut menyebabkan menjadi bencana pembanganunan sebagai gabungan faktor krisis lingkungan akibat pembangunan dan gejala alam itu sendiri, yang diperburuk dengan perusakan sumberdaya alam dan lingkungan serta ketidakadilan dalam kebijakan pembangunan social ekonomi, dari beberapa sumber dan fakta lapangan, bahwa kerusakan ekologis mejadi salah satu factor utama kemiskinan di Indonesia, hal ini dibuktikan Di pesisir Jawa, sampai akhir tahun 2003, jumlah desa terkena banjir meningkat 3 kali lipat yaitu 2.823 desa dibandingkan tahun 1996-1999, yang juga merupakan implikasi dari rusaknya ekosistem pesisir akibat dari konversi lahan, destructive fishing, reklamasi, hingga pencemaran laut (dimana 80% industri di Pulau Jawa berada disepanjang pantai utara Jawa). kekeringan adalah bencana lain yang semakin kerap terjadi di Indonesia. Belakangan ini musim kemarau di Indonesia semakin panjang dan tidak beraturan, meski secara geografis dan alamiah Indonesia berada di lintasan Osilasi Selatan-El Nino (ENSO), misalnya kemarau 2003 termasuk normal, namun tercatat 78 bencana kekeringan di 11 propinsi, dengan wilayah yang terburuk dampaknya adalah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dampak kekeringan yang utama adalah menurunnya ketersediaan air, baik di waduk maupun badan sungai, yang terparah adalah pulau Jawa. Dampak lanjutannya adalah pada sektor air bersih, produksi pangan serta pasokan listrik. Kekeringan juga terkait dengan kebakaran hutan, karena cuaca kering memicu perluasan kebakaran hutan dan lahan serta penyebaran asap

Bencana tersebut bukan hanya pada korban jiwa dan benda, namun berdampak pula pada produksi pertanian, tercemarnya sumber air serta masalah sosial yang lebih luas seperti pengungsi dan migrasi penduduk. Walaupun kekerapan bencana meningkat secara signifikan beberapa tahun terakhir ini, pemerintah tidak melakukan kajian menyeluruh mengenai pola dan penyebab bencana tersebut, yang akan menyenbabkan kemiskinan secara bertahap akan bertambah, sedangkan upaya pengentasan telah dilakukan, namun minim sekali melihat aspek ekologis, sehinga pengentasan kemiskinan cenderung dilakukan mengabaikan aspek ekologis, sehingga penyelesaian kemiskinan tidak komprehensif dan terpadu.

Jika tidak segera diambil langkah bersama secara cepat dan simultan, kehancuran akan semakin parah. Kemiskinan dan kehancuran ekologis akan terus merebak. Bencana kehancuran ekologis tidak lagi dalam hitungan ratusan atau puluhan tahun, tapi malah dalam hitungan satu generasi.

Masalah kerusakan lingkungan di Indonesia lebih rumit, dimana di era otonomi daerah, peraturan dan kebijakan belum sepenuh berpihak penuh pada ekologis dan menghentikan kerusakan serta mengembalikan fungsi ekologis, karena peraturan dan kebijakan merupakan lanjutan dari kebijakan pemerintah sebelumnya yang mengeksploitasi SDA untuk kepentingan financial semata-mata, yang menuntut agar daerah dapat lebih besar menikmati hasil eksploitasi sumberdaya alam dan lingkungan yang dapat memicu motivasi negatif untuk mengeksploitasi terus-menerus demi kepentingan jangka pendek bahkan saat ini kecenderungan terjadi eksploitasi SDA dengan beragai alasan untuk mengeksploitasi hutan bahkan mengancam hutan konservasi untuk mendapatkan dan menggelembungkan PAD tanpa memperhatikan dampak dari kegiatan tersebut jangka panjang, Hingga hari ini masih tampak jelas adanya konflik pengelolaan/penggunaan sumber daya alam, terlalu kuatnya ego sektoral, lemahnya koordinasi dan penegakan hukum, lemahnya kepekaan SDM, dan alasan klasik terbatasnya dana dalam mengelola lingkungan hidup. Dengan mengatasnamakan upaya untuk keluar dari krisis ekonomi ataupun investasi, aktivitas ekonomi yang memperkosa alam seakan memperoleh pembenaran. Upaya konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup dikorbankan atau bahkan dijadikan tumbal untuk menutup kerugian ekonomi.

Ditambah lagi fakta politik di Indonesia, untuk menjadi pimpinan daerah dan nasional bahkan anggota legeslatif melalui pemilihan dengan biaya tinggi, tentunya peluang pimpinan dan anggota legeslatif lebih cenderung berinvestasi pada kegiatan politik, yang sebelumnya berusha untuk meruebut dan mempertahankan kekuasanan dengan mebayar mahal dan mendapat keuntungan setelah menjabat cenderung menjadi incaran bagi orang kaya menduduki jabatan politik.



Pembangunan pada masa lalu sampai sekarang memang cenderung untuk meminimalkan nilai lingkungan bahkan menghilangkannya, yaitu semenjak tahun 1971 Hutan dijadikan areal HPH sebagai modal Pembangunan yang menghasilkan devisa utama dalam pembangunan, dan pembangunan perkotaan, Industrial dll. lingkungan dan ekosistem yang ada banyak dialihfungsikan untuk kepentingan ekonomi semata-mata, sehingga keadaan lingkungan suatu daerah berkembang dan memberikan nilai ekonomi jangka pendek, namun secara ekologi dan ekonomi menurun dalam jangka panjang. Ekologi diabaikan, padahal nilai ekologi lebih penting daripada perkembangan nilai ekonomi jangka pendek. Sehingga tidak mengherankan terganggunya keseimbangan ekosistem, langsung maupun tidak langsung seperti meningkatnya suhu udara di perkotaan, pencemaran udara (meningkatnya kadar karbonmonoksida, ozon, karbondioksida, oksida nitrogen, belerang, dan debu), menurunnya air tanah dan permukaan tanah, banjir atau genangan, instrusi air laut, meningkatnya kandungan logam berat dalam air tanah, dan masih banyak lagi dampak lainnya yang ada ataupun yang belum terasa baik secara regional maupun global.


Sistim ekonomi kapitalis dalam permasalahan pembangunan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, akan menuju kepada permasalahan ekonomi dan sosial-budaya dalam jangka panjang. Hubungan manusia dengan lingkungan “sebagai penguasa alam” membuat alam tidak harmonis dan tak seimbang akan turut juga memicu krisis sosial-budaya, yang muncul diawali degradasi lingkungan di sekitar suatu obyek ekologi justru akan menciptakan ekonomi biaya tinggi. Yang melahirkan opportunity cost baik Perusahaan maupun masyarakat bagaimana memperoleh air bersih atau melakukan treatment untuk udara dan air yang tercemar, banjir, kekeringan, longsor, dll hal ini tentunya diikuti dengan terjadinya krisis sosial-budaya termasuk kesehatan masyarakat di sekitar obyek/perusahaan tersebut. Bahwa Sumber daya alam merupakan sumber dan tata kehidupan yang memberikan ecological benefit, economical benefit, dan social benefit. Yang merupakan tolok ukur pembangunan yang menjadi acuan bagi Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan, dimana manusia menjadi bagian dari lingkungan yang akan saling mempengerahuhi tatanan sosial, budaya dan ekonomi, karena tanpa SDA manusia tidak akan bisa hidup di planet ini


Pembangunan dalam mewujudkan kesejahteraan yang madani tidaklah cukup mengandalkan pendekatan ilmu ekonomi konvensional semata. Kegagalan-kegagalan pembangunan ekonomi di negara berkembang, diakibatkan berbagai degradasi sumber daya alam serta lingkungan tidak bisa semata-mata didekati dari kebijakan ekonomi fiskal dan moneter. Misalnya penghitungan nilai-non pasar sebuah pohon, yang umumnya diukur nilai ekonomi kubikasi kayu dengan menebang dan menjual kayunya saja. Melalui perhitungan Penilaian Ekonomi Sumber Daya Alam (PESDA) pohon yang dibiarkan dianggap tak memiliki nilai ekonomis sama sekali. Padahal pohon hidup ini bila dikonversi/diuangkan dengan memperhitungkan nilai ekologi akan memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi. Nilai non-market tersebut misalnya keteduhan, kesejukan, kesuburan tanah, tempat bersarang berbagai burung dan hewan serta keseimbangan dan kelestarian alam. Penempatan nilai ekologi dalam ekonomi yang sebenarnya juga sangat diperlukan dalam menghitung kerugian seperti akibat pencemaran lingkungan yang dilakukan suatu perusahaan, kerusakan hutan, kerusakan lahan, pantai, laut dan sebagainya.



Manusia memang tidak bisa lepas dari ekosistem yang besar (planet bumi) sebagai penyedia jasa dan produk dari kehidupan manusia itu sendiri. Salah satu pernyataan seorang militer Prussia, Carl von Clausewitz (1780-1831) ekonomi terlalu penting untuk diserahkan pengelolaannya hanya kepada para ekonom saja. Sementara itu, arus utama pemikiran ekonomi terlalu menitikberatkan pada pelaku sosial (social sphere/anthropocentric) dengan mendiskusikan persoalan yang terkait dengan nilai keputusan (value decisions), tingkah laku pelaku ekonomi (economic actors/agents) dan mekanisme pasar (market mechanism). Mereka sering lupa atau bahkan melupakan diri bahwa distribusi kesejahteraan yang dihasilkan dari pasar itu berasal dari dunia material (ekosistem), lingkungan, sistem planet bumi itu sendiri. Pengabaian peran ekologi sesungguhnya tidak ditermukan dalam sejarah pemikiran ekonomi. Pengabain ini pantas disebut sebagai kecelakaan sejarah karena dalam perkembangannya telah banyak ilmuwan baik dari kalangan ecologists maupun economists yang mengkritik pemikiran dari penganut ortodoks neoklasik. Khususnya pemikiran yang menganggap sumberdaya (biosfer bumi) tidak ada batasannya dan tidak mempercayai hukum yang berlaku di alam. Demikian juga dengan pemikiran antroprocentric (manusia) yang mengabaikan peran ekosistem sebagai penyedia sumberdaya sekaligus penerima limbah dari kegiatan ekonomi. Hal ini lumrah bagi mereka yang memberi ‘penilaian yang rendah’ terhadap proses-proses ekosistem sebagai penyedia sumberdaya maupun sebagai penyerap limbah kegiatan ekonomi.