Selasa, 10 Juni 2008

Dugaan Korupsi Pemimpin Bumi Yang berjuluk Serambi Madinah

Seperti yang di terbitkan oleh Rakyat Merdeka_Edisi 7 Jun 08,hal 20, untuk menciptakan good and clean goverment "hebat juga ya orang lemot kyak ane bahasa inggris", sebaiknya KPK menyegerakan tindak lanjut terhadap dugaan penyelewengan dana yang dilakukan oleh Sang Raja kerinci, jangan mentang2x yang ditindak lanjuti adalah "Rajadiar_aja", KPK ila taji "kata orang podok tinggi, Kerinci - Jambi"

Right, Sang bocah nakal menghimbau pada KPK "JANGAN JADI BANCI, JADILAH SANG LELAKI YANG DIIDAMKAN OLEH PARA BIDADARI", Yang bayar ente itu bukan pemerintah, tapi masyarakat. Gak kebayang apa pak gaek yang bekerja jadi kuli angkut,bermandikan keringat, sementara ada orang tertentu yang kerjanya duduk dan sok jadi pemikir menikmati jerih keringat yang di keluarkan oleh pak gaek...!!!Apakah ente bisa ngebayangin...???klo ane sech kebayang banget pedihnya kehidupan mereka...!!!Sakit tau klo dicurangin...!!!

Bye...bye...
Mudah2xn Kerinci menemukan jati diri sebagai good and clean goverment..!!!amiiiiin...

Baca ini juga ya...!!!:)
RakyatMerdeka_Edisi7Jun_08-hal-20_2.pdf

Selasa, 03 Juni 2008

BBM Naik Harga, Minyak Tanah Menghilang dan Gas Habis !capek dech...

Inilah petaka tinggal di negeri yang kebijakan publiknya diambil dari balik kaca mobil mewah atau didalam ruang ber AC yang mewah. Maksudnya baik tapi cara dan mekanismenya diabaikan. Tujuannya baik tapi realisasinya jauh dari memadai.

Pemerintah bilang kalau BBM perlu dinaikkan daripada pemerintah harus memberikan subsidi pada orang kaya. Logical fallacies malu-malu kucing padahal jauh lebih mudah bilang kalau harga BBM di dunia memang naik dan kita terpaksa ikut naik harga. OK, sebagai rakyat kita manut pada pemerintah. Banyak dari kita yang mungkin menjerit atau frustasi pada penurunan daya tahan ekonomi dan finansial tapi sebagian besar dari kita menerimanya. Ada yang karena paham ada juga yang terpaksa. Tak usah kecewa, menjadi rakyat di negeri ini tidak perlu memikirkan hak. Lakukan kewajiban, soal hak entahlah,kapan-kapan.

BBM naik dan BLT disiapkan. Tapi apa lacur, oh ternyata data yang dipakai adalah data tahun 2005. Jika data tahun 2005 membuat sebagian aparat desa terpaksa perang dengan warganya, bagaimana dengan sekarang saat tahun 2008. Bagaimana jika BLT salah sasaran ? Bagaimana jika orang yang sudah meninggal masih tercantum dalam daftar ? Seberapa berani Mensos Bachtiar Chamsyah menjamin, "BLT tidak akan salah sasaran !"

Lain BBM, lain lagi soal minyak tanah. Sudah harganya mahal, menghilang pula. Sebagian karena memang persediaan tidak ada dan sebagian lagi karena pemerintah meluncurkan program konversi minyak tanah ke gas. Tidak boleh lagi ada rakyat yang pakai minyak tanah. Lebih baik pakai gas karena gas masih berlimpah.

But, what the h**l. Kini giliran gas yang menghilang. Saya perlu berkeliling ke tiap toko dan warung hanya untuk mendapati puluhan tabung gas kosong. Ini pukulan kedua setelah pukulan pertama naiknya harga tabung.

Kalau pakai minyak tanah dilarang sedangkan gas malah menghilang, masya kita kembali ke kayu bakar ? Masya harus menggunakan parafin untuk memasak nasi ?

Pemerintah, dengan ratusan ribu hingga jutaan PNS sebenarnya memiliki sumber daya yang sangat cukup untuk membalikkan keadaan tapi sepertinya tidak ada niat kearah sana. Lebih banyak yang cari selamat sendiri-sendiri.

Rakyat Indonesia itu rakyat yang sangat mudah dipimpin sebenarnya. Seberapapun sulitnya keadaan, banyak dari rakyat Indonesia yang tetap bisa bertahan. Tinggal sekarang pemimpinnya punya niat serius atau tidak untuk memperbaiki keadaan. Jangan sampai timbul pemikiran, kita punya urusan dengan pemerintah kalau berkenaan dengan kewajiban saja.


di copas dari http://www.vavai.com