Selasa, 29 April 2008

MAKNA SEBUAH BALIHO DI PILKADA KERINCI

By Syamsul Bahri (syamsul_12@yahoo.co.id)

Jauh hari bahkan setahun sebelum dimulainya proses Pemilihan Kepala daerah (PILKADA) di Kabupaten Kerinci, spanduk-spanduk dan baliho-baliho yang bertujuan sebagai media untuk mengenalkan/promosi sekaligus kampanye seorang figur sudah mulai dipasang disetiap persimpangan jalan, setiap pojok bangunan, dipohon dan tiang-tiang listrik.
Jumlah spanduk dan baliho-baliho makin bertambah banyak dan beraneka ragam bentuknya dengan semakin mendekatnya bulan-bulan dan hari-hari pelaksanaan PILKADA.
Sampai dengan akhir bulan April ini menurut pengamatan kami dari sekian banyak Baliho yang paling banyak ragam dan modelnya adalah Bapak. Hasani Hamid yang saat ini masih menjabat Wakil Bupati, baik dalam pakaian dinas, pakai jas dan pakai topi dengan berbagai latar belakang yang tersebar diseluruh pelosok Kerinci (terkesan mendominiasi), komentar masyarakat maklumlah beliau masih berkuasa.
Sementara itu baliho Anggota DPD kita asal Rawang Nuzran Djoher terpampang besar dengan mengumbar senyum, Baliho Pak Sekretaris Wilayah Daerah (Sekda) Zubir Mukhtar juga banyak tersebar di wilayah Semurup sampai dengan Kayu Aro dengan bentuk yang sama dan penuh kesederhanaan. Munculnya Baliho Mairizal Meirad dan Herman Mukhtar membuat tambah ramainya Kota dan pelosok-pelosok Kerinci dengan Baliho, Herman Mukhtar tampil dengan sekalian mempromosi perusahaan-perusahaannya (semacam bilboard reklame), muncul juga Herman Mukhtar dengan bayangan Bapak H. Mukhtaruddin dibelakangnya.
Mairizal Meirad lain lagi tampil dengan kacamata dan kumisnya yang tebal juga merasuk ke daerah sekitar kayu Aro, Siulak, Sleman, sampai daerah Temai, dan Muara Imat.
Sebahagian besar Balon-balon ini banyak memasang Baliho didaerah Kayu Aro dan Siulak, hal ini bisa dimaklumi karena wilayah itu merupakan kantong massa pilih terbesar yang harus di jaring, hampir 35% lebih massa pilih Kabupaten Kerinci berada di kedua wilayah itu..

Arti sebuah Baliho, selain untuk sosialisasi memperkenalkan/sosialisasi figur sekaligus juga untuk menyampaikan pesan singkat tentang motto si Balon.
Hasani Hamid memberi motto “Mai Basamo membangun Kinci” yang oleh masyarakat terkesan terlambat karena selama 10 tahun ini Hasani Hamid bikin apa dan ada dimana ? kenapa sekarang mengajak masyarakat Mai Basamo membangun Kinci. Motto itu malah tepat untuk Balon-balon baru yang datang dari luar Kerinci.
Zubir Mukhtar membuat Motto “Bersama Kita Mudah”, susah ditangkap oleh masyarakat awam, mungkin dimaksudkan Gotong Royong atau Mudah menghadapi masalah yang ada ? (apo iyo), apakah kebersamaan selama ini belum terwujud ?, kalau belum terwujud, lalu ZM dimana. Sementara itu ada Balon Bapak Prof DR Firwan Tan yang menjual Ekonomi Kerakyatan sebagai dasar ekonomi Kerinci dan hal yang sama juga ditulis oleh Murasman dan Nasrul Madin. Sedangkan Herman Mukhtar menyampaikan mottonya adalah Pembaharuan untuk membangun Kerinci.
Balon Mairizal Meirad yang baru muncul 4 bulan belakangan terkesan kalem, santun dan sejuk dengan Motto yang sederhana tapi bisa cepat dan mudah dimengerti serta menusuk perasaan yang membaca ”Sarilea Samudek Membangun Kincai” pesan ini terlihat jelas ada unsur kebersamaan, unsur persatuan dan kesatuan, mengajak rakyat Kerinci secara utuh (hilir, tengah dan mudik) untuk bersama-sama membangun Kerinci. Himbauan untuk tidak mengotak-kotak wilayah Kerinci, Sarilea Samudek berarti juga Seiring Sejalan sebagai lagu-lagu yang sering dilantunkan di bumi Sakti Alam Kerinci.
Beberapa komentar masyarakat, tentang motto Mairizal Meirad, pantas Mairizal orang bisnis dan ahli marketing cepat menangkap dan menancap ide yang diingini masyarakat.

1 komentar:

  1. Semoga Negeri yang Gemah Ripah ini mendapatkan peminpin yang adil, jujur dan punya komitmen membangun dan mengharumkan nama Sakti Alam Kerinci.

    BalasHapus